Kemiskinan di Jatim Masih 14 Persen

ilustrasi: news.okezone.com

Kemiskinan di Jawa Timur masih 14 persen pada sisa masa jabatan Soekarwo Gubernur dan Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur.

Diakui Soekarwo, kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, ia mengklaim sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 16,68 persen menjadi 14,23 persen selama 2 tahun 8 bulan kepemimpinannya.

“Memang masih ada 14 persen, masih banyak. Tapi ada penurunan. Ini penurunan tertinggi di Indonesia, lho,” kata Soekarwo pada wartawan usai memimpin Upacara Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, kemiskinan kultural lebih banyak dan sulit diatasi dibandingkan dengan kemiskinan struktural yang disebabkan dari kebijakan pemerintah. Rencananya, Gubernur akan bertemu dengan bupati dan walikota se-Jawa Timur pada 17 Oktober 2011 mendatang untuk membahas kesulitan mengatasi kemiskinan.

Selain kemiskinan, pengurangan warga yang buta huruf juga menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke depan. Daerah tapal kuda dinilai masih memiliki kantong-kantong buta huruf terutama berusia 65 tahun keatas.suarasuraaya.net

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim