Kekeringan, Ratusan Hektar Kebun Cabai Mati

ilustrasi:kelompoktani.com

Beginilah kondisi lahan cabai yang berada di Desa Sleteng, Kecamatan Kapongan Situbondo, Jawa Timur. Dalam beberapa minggu terakhir ribuan tanaman cabai ini berangsur-angsur mengering lalu mati lantaran minimnya suplai air. Kemarau yang sudah berlangsung sekitar 5 bulan ini mengakibatkan puluhan lahan hektar cabai dipastikan gagal panen. Para petani pun mengaku rugi hingga jutaan rupiah.

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo sekitar 35 hektar lahan cabai yang mayoritas berada dikawasan pegunungan mati setelah saluran irigasi yang memasok kebutuhan air kini mengering akibat kemarau berkepanjangan. Para petani berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah ini agar petani tidak semakin rugi.

Sementara itu kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di pulau Jawa tampaknya masih akan berlangsung panjang. Sebab menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagian besar wilayah Indonesia baru akan memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober dan November mendatang, yang akan mencapai puncaknya Januari dan Februari 2012 mendatang. Kecuali di Sumatera, mulai dari Sumatera Utara hingga Jambi sudah memasuki musim hujan sejak bulan September ini.

Sedangkan dibeberapa wilayah Indonesia Timur, awal musim hujan akan jatuh pada bulan Desember. Pada musim hujan 2011 – 2012, 78 persen kondisi curah hujan dalam batas normal. Namun BMKG meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan tingginya curah hujan pada puncak musim hujan sekitar Januari dan Februari mendatang yang mengakibatkan terjadinya curah hujan diatas normal atau lebih dari 100 milimeter perhari yang bisa mengakibatkan sejumlah wilayah terancam banjir. Curah hujan diatas batas normal terjadi karena pengaruh fenomena lanina. indosiar.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim