Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur 3,85 Persen

Ilustrasi

Kondisi ketenagakerjaan di Jawa Timur pada Februari 2018 menunjukkan keadaan yang terus lebih baik dibandingkan Agustus 2017 dan Februari 2017. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja dan penurunan jumlah pengangguran. Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Februari 2018 sebesar 21 juta orang bertambah sebanyak 67 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2017 dan bertambah 114 ribu orang jika dibanding Februari 2017.

Akan tetapi peningkatan jumlah angkatan kerja tersebut ternyata tidak serta merta berpengaruh terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang menurun sedikit dari 68,78 persen pada Agustus 2017 menjadi 68,71 persen pada Februari 2018 atau turun sebesar 0,07 poin persen. Sedangkan dibanding TPAK Februari 2017 (68,93 persen) turun sebesar 0,22 poin persen.

Indikator utama ketenagakerjaan yang sering digunakan sebagai indikator keberhasilan dalam menangani masalah ketenagakerjaan khususnya pengangguran adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Tingkat Pengangguran Terbuka merupakan perbandingan antara jumlah penganggur terhadap jumlah angkatan kerja. TPT di Jawa Timur pada Februari 2018 sebesar 3,85 persen atau turun sebesar 0,15 poin persen dibandingkan keadaan Agustus 2017 dengan TPT sebesar 4,00 persen. Fenomena ini terlihat sejak akhir tahun 2016 dimana TPT Jawa Timur terus menurun. Hal ini diharapkan akan menambah optimisme bahwa penurunan TPT ini akan berdampak baik bagi sendi-sendi kehidupan masyarakat Jawa Timur.

Jumlah penduduk penganggur di Jawa Timur pada Februari 2018 mencapai 809,45 ribu orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun, dimana TPT Februari 2017 sebesar 4,00 persen turun menjadi 3,85 pada Februari 2018. Pada Februari 2018, TPT untuk penganggur dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 9,08 persen, disusul oleh TPT pendidikan Diploma I/II/III sebesar 7,09 persen, penganggur dengan pendidikan Universitas sebesar 5,85 persen. Penganggur dengan TPT terendah ada pada tingkat pendidikan SD kebawah yaitu sebesar 1,77 persen dan penganggur dengan pendidikan Sekolah menengah Pertama sebesar 3,48 persen. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2017, TPT pada hampir sebagian besar tingkat pendidikan mengalami penurunan kecuali pada penganggur dengan tingkat menengah kejuruan dan Universita

2 Komentar Pembaca

  1. Semoga mereka lebih produktif membangun Jatim. . .

  2. seharusnya pemerintah lebih mengembangkan ukm ke rana yang lebh baik dengan begitu dampak dari pengangguran akan berkurang lebih sedikit.. banyak km2 yang bermutu dan berkualitas yang patut di perhitungnkan karena dpat membut ekonomi lebih maju da stabil

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim