Ekonomi Kerakyatan Berhasil Diterapkan di Jatim

Gubernur Soekarwo. foto:widikamidi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih tetap memrioritaskan pengembangan sektor UMKM guna memperkuat sektor ekonomi. Pasalnya, Gubernur Jatim, Soekarwo menganggap sektor UMKM merupakan fundamental pelaku ekonomi Jatim.

“Itu semua dapat terjadi karena UMKM merupakan fundamental pelaku ekonomi kita, dan tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur di pelosok pedesaan baik berbasis pertanian maupun non pertanian,” ujar Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kamis (15/10).

UMKM di Jatim, kata dia, telah memberikan kontribusi yang signifikan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sehingga, kata dia, ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila berhasil diterapkan di Jatim. Tentunya, lanjutnya, secara empiris telah teruji dalam dinamika ekonomi.

“Membangun ekonomi adalah pilihan. Apakah memilih cepat dengan resiko diskualitas atau memilih menata tetapi lambat. Itu semua tidak terjadi di Jatim karena yang terjadi di Jatim adalah cepat dan merata,” tegasnya.

Sebelumnya,  tercatat bahwa kontribusi UMKM terhadap PDRB Jatim sebesar 54,98% atau senilai dengan Rp. 1.100 trilliun. Pemerintah akan mengkonkritkan aspek produksi UMKM yang ditunjang oleh pembiayaan kompetitif meliputi bunga murah dengan syarat mudah serta pemasaran produk yang jitu.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim, I Made Sukartha menjelaskan, sektor UMKM diperkuat untuk mewujudkan tiga pilar ekonomi Jatim. Pilar pertama adalah produksi, sebagaimana “Pak gubernur sudah memaparkan bahwa bagaimana kita meningkatkan kualitas, meningkatkan kapasitas produksi tetapi tidak mengurangi jumlah pekerja,” ujar Made.

Ia menambahkan bahwa industri tetap menggunakan peralatan yang masih ada saat ini, sehingga bisa menampung tenaga kerja. Dari hal tersebut, pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang. Terlebih lagi ditunjang dengan meningkatkan kompetensi pekerja melalui sertifikasi.

“Kemudian untuk pilar kedua mengenai pembiayaan juga sudah. Karena pembiayaan ini dengan memberikan alone agreement yang direncanakan Pak Gubernur dari sisi pembiayaan sudah masuk,” imbuhnya.  Sehingga satu pembiayaan, tambahnya, dapat membuat UMKM tersebut menambah dua orang tenaga baru. Maka, lanjutnya, penyerapan tenaga kerja juga semakin meningkat.

“Pilar yang ketiga yaitu pemasaran. Pemasaran itu adalah pemasaran informasi. Jadi bukan target transaksi yang terjadi hari ini. Tetapi pemasaran informasi itu didapatkan dengan cara menginformasikan melalui kegiatan pameran,” tegasnya.

Komentar Pembaca

  1. salut buat Pak Gubernur kita yang cinta UKM. Memang benar pelaku UMKM berjuang menggerakkan perekonomian kerakyatan. yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, sehingga mengetahui kebutuhan mendasar rakyat Indonesia.
    HIDUP PAKDE!

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim