Evakuasi Korban Kelud Meliputi 10 Kecamatan

Anak Gunung Kelud

Proses evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Kelud tak hingga dinihari ini, Jumat 14 Februari 2014, terus berlangsung. Gelombang pengungsi terjadi di 10 kecamatan di Kediri, Blitar dan Malang. “Evakuasi jalan terus, jalur-jalurnya sesuai simulasi sebelum Kelud meletus,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf pada Tempo, Jumat 14 Februari 2014.

Mereka yang dievakuasi berada di radius 10 kilometer dari Gunung Kelud. Di Kabupaten Kediri, daerah terdampak meliputi Kecamatan Ngancar, Puncu, Plosoklaten dan Kepung. Ada 60 ribu jiwa warga yang dievakuasi ke 117 titik.

Di Kabupaten Blitar, hujan debu dan batu terjadi di Kecamatan Garum, Gandusari, Nglegok dan Ponggok. Ada 45 ribu jiwa yang harus dievakuasi ke 63 titik. Sedangkan di Kabupaten Malang, dua titik evakuasi disiapkan untuk 4.500 jiwa warga Kecamatan Ngantang dan Kasembon.

Sejumlah daerah seperti Tulungagung dan Pare juga terkena dampak hujan debu Gunung Kelud. “Dampaknya bisa dirasakan sampai sejauh 15-20 kilometer,” kata Gus Ipul.

Meski demikian, masih ada warga yang bertahan di tempat tinggal mereka dengan alasan menjaga hewan ternak yang mereka miliki. Namun, tim relawan terus membujuk agar warga bersedia dievakuasi. Apalagi hawa panas sudah sangat terasa mulai radius 5-10 kilometer. Karena itu, warga tidak punya pilihan selain harus mengungsi.

Sementara, pemerintah provinsi Jawa Timur juga terus berkoordinasi untuk mengirimkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Seluruh relawan, TNI, Pramuka dan tim SAR langsung turun ke lokasi untuk fokus melakukan evakuasi.

Informasi yang diperoleh dari Staf ahli Menteri ESDM Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Surono, menyebutkan letusan Gunung Kelud terjadi sekitar pukul 22.50 WIB, Kamis, 13 Februari 2014. Saat ini, pantauan belum bisa dilakukan karena pos pantau langsung ditinggalkan saat letusan terjadi. “Belum tahu perkembangan, karena pos langsung ditinggalkan. Bahaya kalau tetap disana,” kata mantan kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat dihubungi.

Hujan abu dan kerikil bisa dirasakan hingga lebih dari 15 kilometer. Menurut Surono, erupsi kali ini sudah bersifat eksplosif, berbeda dengan peristiwa 2007 lalu. Sebagaimana letusan gunung berapi lainnya, Gunung Kelud malam ini juga mengeluarkan suara gemuruh yang sangat keras dan disertai dengan kilat serta petir yang menyambar.

(Sumber: Tempo.co)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim