Pakde Karwo Minta Petani Gunakan Padi Ciherang dan Sistem Jajar Legowo

Gubernur dan Wagub Jatim Panen Raya di Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (6/4).

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo meminta petani Jatim menggunakan benih padi ciherang dan sistem tanam Jajar Legowo untuk penanaman padi. Kombinasi keduanya terbukti mampu meningkatkan kualitas dan produksi hasil pertanian.

“Padi Ciherang ini kualitasnya sangat bagus, panennya lebih cepat, dan rasa nasinya punel. Sedangkan jajar legowo bisa meningkatkan produksi hasil pertanian sebanyak 20 persen” tutur Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim saat acara Panen dan Tanam Padi Pakde Karwo dan Gus Ipul Bersama Petani Untuk Kesejahteraan Rakyat di Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Sabtu (6/4).

Pakde Karwo mengatakan, padi jenis ciherang memiliki keunggulan dibandingkan jenis padi lainnya, yaitu umur tanam hanya 116-125 hari, jumlah anakan produktifnya bisa 14-17 batang, dan lebih tahan hama. “Oleh sebab itu, kami sekaligus memperkenalkan bibit ciherang pada petani. Dengan bibit ini, rata-rata hasil panen di Jatim sebanyak 6,2 ton per hektar. Kemudian, bibit ini ditanam dengan menggunakan teknologi sistem tanam Jajar Legowo” katanya.

Jajar Legowo merupakan sistem penanaman yang mengatur jarak antar benih pada saat penanaman benih padi. Pola penanamannya yaitu membuat beberapa barisan tanaman yang kemudian diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan.

Sistem tanam ini mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Kelebihan lainnya, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah. “Dalam satu hektar, biasanya hanya mampu menanam sebanyak 250.000 tanaman, namun dengan Jajar Legowo, jumlah tanaman yang bisa ditanam mencapai 330.000 tanaman. Sehingga hasil produktivitasnya meningkat” lanjutnya.

Gubernur dan Wagub Jatim melakukan tanam padi hibrida di Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (6/4).

Jika kedua hal tersebut diterapkan secara keseluruhan di Jatim, Pakde Karwo optimis Jatim dapat mencapai target produksi surplus beras 5 juta ton atau 50 % dari target nasional tahun 2014. Dimana pada tahun itu, Indonesia diharuskan mampu memproduksi beras memproduksi surplus beras 10 juta ton lebih. “Jadi kami tidak main-main, Jatim dibebani target 50 persennya, yaitu 5 juta ton. Kami optimis bisa mencapai target tersebut karena petani Jatim adalah petani yang hebat” imbuhnya.

Untuk meningkatkan pendapatan petani, Pakde Karwo juga menghimbau agar petani tidak terburu-buru menjual gabah kering hasil panen, karena jika gabah tersebut dijemur dulu selama tiga bulan, maka harganya bisa naik cukup signifikan.

“Jika menjual gabah kering panen harganya hanya Rp. 3.400,- per kilogram. Namun jika gabah itu ditahan dulu, dijemur selama tiga bulan hingga menjadi gabah kering giling, harganya meningkat menjadi Rp. 4400, per kilogram” himbaunya.

Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, perekonomian Jatim ditopang tiga sektor utama. Pertama, Perdagangan, hotel dan restoran sebesar 30%, kedua, yaitu industri olahan sebesar 28 %, dan ketiga, pertanian sebesar 17%. “Jadi jika pertanian maju, Jatim juga ikut maju. Mari kita berjuang bersama untuk menjadikan Jatim sebagai provinsi nomor satu di Indonesia, khususnya di bidang pertanian” katanya.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengatakan, luas lahan tanam di Desa Plaosan sebesar 75 hektar. Pada musim tanam kali ini menerapkan sistem tanam Jajar Legowo, penggunaan pupuk organik, dan pengamanan produksi secara spot and stop. Artinya, pengendalian hama dan penyakit tanam secara cepat dan tepat sejak awal gejala. “Hasilnya, produksi rata-rata per hektar mencapai 9 ton lebih” katanya.

Sedangkan untuk luas lahan tanam secara keseluruhan di seluruh Sidoarjo sebesar 72.000 hektar. Namun untuk lahan pertanian hanya mencapai 16.148 hektar. Dari lahan tersebut, hasil produksi mencapai 104.962 ton per panen. “Dalam setahun kami bisa panen 2-3 kali sehingga jumlah produksinya 6,5 ton per hektar. Secara total, jumlah produksi gabah kering Sidaorjo sebesar 211.234 ton per tahun,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pakde Karwo menyerahkan bantuan tiga buah hand tractor dan sarana produksi untuk RTSM secara simbolis kepada para penerima, diantaranya Juma’in ketua kelompok tani sumber rejeki III, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II, Ridwan , Miswatin ketua kelompok RTSM Desa Semambung Kecamatan Wonoayu, serta Ta’id dari Desa Sukorame Kecamatan Candi IV.

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim, Hadi Prasetyo, Wabup Sidoarjo, MG Hadi Sutjipto, Kepala Dinas Pertanian Jatim, Wibowo Eko Putro, serta tiga ribu peserta yang terdiri dari gapoktan dan petani Sidoarjo, kontak tani nelayan andalan, produsen pupuk, serta pengusaha bidang pertanian se-Jatim.

(Sumber: Biro Humas jatim: Adit/Sulthon/Irawan)

25 Komentar Pembaca

  1. Anomali cuaca yang terjadi pada awal 2013 ini telah membuat harga pangan terutama beras mengalami lonjakan. Meski demikian, harga beras diklaim sudah stabil. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, harga beras di pasar Induk beras Cipinang sudah stabil. Hatta menjelaskan, harga beras tetap terjaga lantaran Bulog masih mempunyai banyak stok hasil impor.

    “Impor itu menjaga stok beras tertinggi 600 ribu ton, jadi enggak akan spekulasi beras,” kata Hatta di pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, harga beras saat ini sudah kembali stabil. Padahal, harga beras sempat mengalami lonjakan pada Januari. “Januari (harga) itu tinggi sekali, tapi sekarang sudah turun,” tambah dia. Hatta menjelaskan, keamanan stok beras di Bulog cukup tinggi. Hal ini terjadi lantaran tahun lalu Bulog telah menyerap beras petani sebanyak 3,6 juta ton. Penyerapan tertinggi dan dapat memenuhi stok hingga tujuh bulan ke depan. “Pada 2012 impor itu hanya untuk menjaga stok Bulog dan diutamakan membeli dari rakyat,” jelas Hatta.

    Dia melanjutkan, dengan tingginya stok beras yang ada di Bulog, maka akan meminimalisir adanya spekulan harga pada beras. “Mereka takut soalnya Bulog stoknya sampai tujuh bulan demikian juga untuk raskin stok kita cukup. Ini stabil sekali karena biasanya di Januari harga tinggi tapi sekarang menurun, tidak ada tanda-tanda sama sekali pasokan ke Cipinang turun, masih sekira 2.000 ton,” ungkapnya. (Antara)

    tabloid sahabat petani edisi 26

  2. Pada panen keli ini yang merupakan masa tanam kemaren. di dusun Wilo juga di anjurkan untuk menanam tanaman padi dengan jajar legowo. Namun saya sendiri tidak begitu mengetahui sebenarnya nama bibit tersebut. Dikarenakan bibit tersebut adalah bantuan pemerintah kabupaten Pasuruan beserta pupuk dan obat. Namun keluarga kami tidak mendapatkan Jatah. Walaupun pada kenyataannya kita harus membayar Rp 100.000 per orang, sebagai ongkos pengangkutan dari kebupaten ke desa kami. Namun beras hasil panen jika di masak terasa keras, seperti nasi kurang matang.

    Saya harapkan bantuan pertanian selanjutnya lebih merata. Tidak seperti yang sudah-sudah, sebagian petani tidak mendapatkan jatah bantuan sehingga jenis tanaman padi yang di tanam dan sistem tanam padi di desa kami juga tidak sama. Sebaiknya di data secara tepat, warga di sebuah desa memiliki sawah berapa hektar baik berlokasi didesa tersebut atau tidak. Saya menyangka tidak meratanya bantuan pertanian dari pemerintah di karenakan banyaknya warga mengambil jatah lebih banyak dari kebutuhan sawahnya di desa tersebut dan di tanam di sawahnya yang berada di desa lain. Sehingga mengakibatkan yang lain tidak kebagian bantuan.

    terima kasih

    Salam
    laskarpasuruan.blogspot.com
    thimits.com
    thimits.blogspot.com

  3. saya menanam padi jenis ciherang pada musing tanam bulan pebruari-mei 2013. namun banyak yang tidak berisi.

    • mungkin cara pemupakan belum tepat, atau padi yg anda tanam tidak sesuai dengan iklim daerah anda

  4. insaalah bisa..
    tapi petani kesejahteraanya hanya mampu menikmati beberapa persen sedikit dari pada kepuasanya.sebab untuk saat ini petani jual ke juragan besar harganya sedikit,..malah yang kaya para penebas padinya yang memainkan harga.apa ini untuk target kemkmuran pemerintah atau memakmurkan petani indonesia ( khusunya di JATIM )….

  5. Sukses Jawa Timur….
    Sangat antusias sekali menyimak uraian bpk gubernur atas apresisasinya terhadap pertanian, terlebih cita2 beliau menjadikan jawa timur sebagai swasembada beras nasional. Sebagai generasi muda bangkalan madura, tentunya juga mempunyai harapan yg besar terhadap sektor pertanian pra syarat atas peningkatan kesejahteraan petani.
    Telah banyak program pertanian, terlebih mengenai bantuan tekhnologi pendukung. Namun tetap disayangkan sekali BPK kecamatan sbg garda depan tidak cukup selektif dalam memilah dan memilih target group program itu sendiri.
    Tractor bantuan yg sejatinya diarahkan pada peningkatan efisiensi kelompok petani, namun justru sebaliknya dijadikan sumber penghasilan oleh stake holder tingkat pedesaan sampai kabupaten kota, dan lebih mirisnya lagi banyak LSM yg menjadi pungli sekaligus mixer blower terhadap program itu sendiri.

  6. tlong di bahas tentang bagaimana pembudidayaan padi ciherang. karena saya selalu mengalami kesulitan di dalam penenaman padi ciherang.

  7. kami menanam padi ciherang.dan hasilnya lumayan bagus.tp untuk kemarau kami menanam sintanur.karna harganya cukup tinggi

  8. jika berkenan, pak gub dan pak wagub tolong berkunjung ke para petani di kabupaten banyuwangi, khususnya kecamatan tegaldlimo.. untuk memberikan bimbingan tentang bagaimana spesifikasi padi ciherang dan cara penanaman serta perawatan yang benar…
    terimakasih.

  9. saya bersyukur menanam padi ceheran, hasilnya diluar dugaan
    dulunya 6,7 ton / ha sekarang 10 ton/ha berkat mengitu petunjuk
    dan pengalamankan rekan-rekan. terima kasih

    • boleh bagi resep nya

  10. Saya informasikan daerah kami peterongan jombang sudah lama tanam pada jenis ciherang tapi ahkir ahkir ini tepatnya musim tanam padi kedua tahun 2013 banyak area persawahan terserang wereng banyak yang gagal panen apa ini tanda waktunya ganti benih baru . ada indikasi benih jenis caherang rentan kena serangan hama wereng kresek dll awal tahun ini saya tanam benih pertiwi ternyata hasilnya kurang dan umur panjang untuk tanam yang kedua ini saya kembali ke ciherang boyolali mudah2an sukses dengan hasil yang optimal…… Amin

  11. saya menanam padi dengan pupuk organik dan sugah tidak memakai pupuk kimia hasil panen panen meningkat dulu waktu masihmemakai pupuk kimia tanaman padi sering diserang hama sekarang hasil panen perhektar mencapai 11 ton waktu pupuk kimia 8.5 perhektar

  12. Saya buruh tani butuh sosialisasi dan panduan dari pihak dinas pertanian supaya hasil memuaskan serta perlu saran penanganan hama wereng yang meresahkan petani

  13. suami mamah juga nanam padi ciheran dan hasilnya sangat memuaskan.
    salam sukses http://mamah.pun.bz

  14. saya tanam padi ciherang pada akhir november 2014— di 2 tempat berbeda tapi tanamnya sama,sistim semprotnya sama,pemupukannya jg sm, trs sekarang padi udah umur 70…kenapa ko di 2 tempat itu tanaman padinya beda..yg di satu tempat sehat semua..yg di satu tempat bendera nya kena bakteri atau hawar pelepah.

  15. sebagai petani kami benar 2 tak berdaya … mengapa : padi umur 82 hari sht hama wereng benar2 menakutkan dan kemungkinan kami mengalami kegagalan panen, untuk itukami mengusulkan pada Bapak Gubernuruntuk membantu para petani:
    ” Angkat aja penyuluh pertanian …… CHUSUS PENGENDALIAN
    HAMA ” dan petugas tersebut benar2 mendampingi petani
    selama 24 jam …….. TAK USAH BERSEPATU DAN TAK USAH PAKAI SERAGAM …… jadi pekerjaannya setiap hari terjun langsung ke sawah mengamati padi /tanaman lain tidak hanya dia hanya di pematang / di jalan sawah tapi langsung
    ( NYEMPLUNG KEDOKAN ) sehingga sedini mungkin semua hama tanaman dapat terdeteksi dini agar kegagalan panen dapat di minimalisir…. Pak DE : saya orang Jeblok ,ketawang ,Dolopo….

    • Klo itu saya setuju,alangkah baiknya di ambil lgsg dri petaninya

  16. Ingat Pak De : swasembada pangan merupakan tanggung jawab kita semua , saya mesara tanggung jaweab petani sangat berat…… bayangkan ( PARIBASANE KARI NGEMPLOK)
    kari ngelek dipancal wereng,
    sebenarnya sudah banyak peneliti di bidang perwerengan
    dan kita tinggal menerapkan nya tapi ternyata :TEHNOLOGI PENGENDALIAN WERENG BELUM DILAKSANAKAN……………….
    1. PEMBUATAN PERSEMAIAN SECARA BERKELOMPOK.
    SEBELUM DITANAM DIADAKAN PENYEMPROTAN
    2. TANAM SEREMPAK DALAM BEBERAPA HA( 5-7 HA)
    UMUR PADI 20….. 40…..60……HARI SETELAH TANAM
    HARUS DI SEMPROT SECARA BERSAMA-SAMA
    Ini tidak dilaksanakan / belum dilaksanakan ……………………
    Yang saya benar heran mengapa Dinas Pertanian yang bertanggung Jawab terhadap masalah ini kok tidak mau terjun langsung dan mengawal petani ….
    Tehnologi tanam padi harus seperti ini, kalau tidak seperti ini
    nanti kegagalan lah yang harus kita tanggung !!!!!!!!!!!!!!!!!!

  17. saya juga tanam padi chiherang super harga benih 5 kg 75 ribu
    memang bagus dan sangat memuaskan ….. tapi umur 87 hari terkena hama wereng ,bahkan ada beberapa petak kecil sudah mengering , maka tolong Pak De Karwo petani di beri pengawalan ekstra khusus , agar tak mengalami kegagalan panen .

  18. Yg dbantu kelompok tani,tdk kepetani lgsg.pupuk langka mahal pisan+terbatas
    Bantuan” dri pemerintah sebelumnya tolong dtelusuri,msih ad tdk barangnya?????? Jgn buang” uang utk bantu kelompok tani tpi alat tdk dgunakan.
    Pendampingan utk para petani.

  19. KERENNN !!!

  20. asalamualaikum wr.wb

    saya mau tanya klau cari bibit padi denok d wilayah pasuruan d daerah mana

    trimakasi sebelumnya&maaf saya cmak petani pemula…

  21. Ada nomor WA atau apa yang bisa di hubugin untuk kita bertanya. Bagaimana cara penanaman padi yang baik.

  22. bagi resep nya dong dikit

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim