Delapan Desa di Malang Siaga Letusan Gunung Semeru

ilustrasi: kompas.com

Sebanyak delapan desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditetapkan masuk kategori rawan bencana I, yakni potensi terdampak hujan abu akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Malang, Eka Hafi Lutfi.

“Saat ini ada delapan desa di empat kecamatan yang berbatasan dengan Semeru di Lumajang rawan bencana I,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah melakukan sosialisasi terhadap warga untuk antisipasi bencana. Termasuk menyiapkan sebanyak 50 ribu masker.

“Kalau ada hujan abu warga kami minta untuk segera menggunakan masker atau menggunakan sarung dan alat bantu lainnya yang telah diberikan kepada warga setempat,” kata Lutfi.

Adapun delapan desa tersebut yakni di Kecamatan Ampel Gadeng ada Desa Lebakharjo, Taman Argoyuono, Taman Sari dan Mulyo Asri. Desa Taman Santrean Kecamatan Tirtoyudo, Desa Sumberejo dan Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo dan Desa Mbambang Kecamatan Wajak.

Sementara itu, menurut Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang, Twi Adi, pihaknya juga sudah melakukan pendataan penduduk di desa yang dinyatakan rawan tersebut. Setelah didata, Tagana Kabupaten Malang, akan melaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, agar memudahkan penanganan saat terjadi bencana letusan Gunung Semeru.

“Semoga saja tidak sampai terjadi bencana,” harapnya. Saat ini, Tagana Kabupaten Malang, sudah menyiapkan tenda pengungsian dan logistik jika sewaktu-waktu terjadi letusan. “Selain masker, obat batuk dan tetes mata juga sudah kami siapkan,” akunya. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim