Tanggul Bengawan Solo Retak

ilustrasi: vivanews.com

Tanggul yang ada di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sempat jadi sorotan karena retak di beberapa bagian meski dibangun pada 2011. Kini, retakan ini kian bertambah saat debit sungai Bengawan Solo menyusut.

Retakan yang dulu belum diperbaikai terus mengalami pelebaran. Bahkan, di bagian sisi selatan tanggul juga terdapat longsoran. Tepatnya, berada di belakang rumah Sumi, salah satu warga Desa Sarangan. “Saat banjir kemarin (Januari 2012), longsorannya belum selebar dan sedalam ini,” kata Sumi.

Dia menduga retakan dan longsor di beberapa bagian tanggul disebabkan gerusan air banjir beberapa waktu lalu. Hal ini diperparah dengan alur sungai Bengawan Solo yang berbelok di beberapa titik di Desa ini sehingga arus deras langsung menabrak sisi tanggul.

Tak hanya itu, retakan sepanjang 50 meter juga tampak di atas tanggul. Sumi khawatir tanggul ini akan jebol jika banjir besar melanda seperti tahun 2007. “Retakan juga ada di beberapa titik lain.”

Dia berharap, pemerintah segera mengambil tindakan dengan melakukan perbaikan tanggul yang retak tersebut. Jika tidak, warga di desanya akan dihantui rasa was-was saat debit air Bengawan Solo kembali naik. Apalagi, sisi tanggul saat ini cukup rapuh lantaran baru saja dibangun.

Kepala Desa Sarangan, Abdus Salam mengakui telah melaporkan retakan tanggul tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro. “Memang belum terjadi. Tapi kalau dibiarkan, retakan akan bertambah,” kata Abdus.

Tanggul di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor tersebut dibangun pertengahan 2011.
• VIVAnews

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim