Impor Pangan Lukai Hati Petani

ilustrasi: detikfinance.com

Keinginan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional kiranya hanya isapan jempol belaka. Keberpihakan pemerintah terhadap petani juga hanya di atas kertas. Hal ini tecermin dalam realita yang terjadi akhir-akhir ini.

Impor berbagai kebutuhan pangan makin deras mengguyur pasar dalam negeri. Tidak hanya kedelai, bawang putih, beras, gula, Jagung, garam, daging bahkan kentang pun diimpor dari luar negeri.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, misalnya, menyebutkan, impor komoditas pertanian Jatim selama semester I/2011 mengalami kenaikan yang cukup tnggi, hampir 50%. Kondisi ini sangat mencederai nurani petani sebagai salah satu penyangga perekonomian bangsa.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, Prof. Setya Budi, di Surabaya.

“Ini menunjukkan pemerintah sudah tidak konsisten lagi dengan janjinya. Harusnya mereka malu dan meminta maaf kepada petani. Dan impor pangan hukumnya haram untuk Jatim,” katanya.

Sebab Jatim adalah daerah dengan potensi pertanian yang cukup besar. Bahkan kontribusinya terhadap nasional mencapai 30% untuk komoditas padi, 25% untuk jagung, 20% untuk kedelai, 60% untuk komoditas susu, tembakau sebesar 56% hingga 58%, gula sebesar 46% hingga 47%, ternak sebesar 38% dan kontribusi Jatim untuk komoditas telor mencapai 40%.

“Akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak, sampai hari ini petani selalu mengalami kerugian sebesar 30% hingga 40% dari total investasi mereka per tahun,” katanya.

Untuk itu, ia menghujat pemerintah yang dengan seenaknya melakukan importase komoditas pangan. Sebab hal ini akan mematikan matapencarian petani.

“Impor harus distop guna tercapainya swasembada pangan nasional dan juga untuk meningkatkan taraf kesejahteraan petani. Tidak ada alasan karena kualitas jelek, maka impor diperbolehkan. Sebab, kualitas bisa ditingkatkan dan ini kuwajiban pemerintah,” tegas Setya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim