Memalukan, Dinas PU dan Dishub Saling Tuding Penyebab Jalan Rusak

antarafoto.com

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Dinas Perhubungan LLAJ Jawa Timur saling tuding penyebab rusaknya jalan di Jawa Timur. Kejadian ini berlangsung saat Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi V DPR RI, Senin (30/05).

Mulanya GENTUR Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprop Jawa Timur berkeluh kesah tentang pasal dalam UU nomor 38 tahun 2004 yang mempidanakan penyelenggara jalan dalam kasus kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak.

”Kepala satuan kerja (Kasatker) adalah pihak yang paling direpotkan dengan pasal ini. Artinya, mereka harus benar-benar kerja jangan sampai ada jalan yang rusak. Padahal pemerintah belum punya dana yang mencukupi untuk memperbaiki jalan secara menyeluruh,” kata dia.

Apalagi perubahan iklim, lanjut GENTUR, membuat jalan makin cepat rusak karena genangan air. Pada satu sisi pihaknya harus mengupayakan kualitas pemeliharaan jalan yang bagus. ”Nilai konstruksi jalan semakin tebal akan semakin mahal, juga semakin pendek yang bisa diperbaiki kalau dananya terbatas, ” kata dia. Namun pada sisi lain, ada penyebab di luar iklim yang cukup membuat instansinya ’kerepotan’.

Angkutan barang yang overload, kata GENTUR, juga membuat jalan cepat rusak. Meskipun ada 20 jembatan timbang di Jawa Timur, imbuhnya, ternyata overload hanya diatasi dengan membayar denda kelebihan muatan. ”Ini karena Dishub tidak punya gudang untuk menampung kelebihan muatan, sehingga dikenakan denda. Ini mengakibatkan kondisi jalan cepat rusak,” kata GENTUR.

WACHID WAHYUDI Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ tidak mau dituding jadi penyebab rusaknya jalan di Jawa Timur. Dalam perdebatan di depan RASIYO Sekdaprop dan 12 anggota Komisi V DPR RI itu dia membantah overload jadi unsur utama kerusakan jalan.

Dia memaparkan penelitian Prof AGUS TAUFIK dari UGM yang menyebut faktor utama kerusakan jalan adalah air (46,44%), kemudian struktur tanah (40%), dan sisanya overload serta penyebab lainnya. ”Seharusnya sesuai dengan standar pembangunan jalan, kekuatan jalan harus mampu menampung 3 kali lipat kelas jalannya. Jika belum lama diaspal sudah rusak, artinya ada yang tidak tepat dalam pembangunan jalan ini,” kata dia.

Untuk itu, lanjut WACHID, dalam revisi UU nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan ini, dia mengusulkan agar teknologi konstruksi jalan harus menyesuaikan dengan teknologi sarana transportasi. suarasurabaya.net

3 Komentar Pembaca

  1. jalan rusak disebabkan krn kontruksi yg tidak beres pd saat pengerjaan….mestinya disamping jalan harus ada selokan utk menampung air hujan. dan jalan dibuat agak miring sedikit agar air cepet masuk selokan dan jalan tidak tergenang air….kelas jalan harus sesuai peruntukan jenis kendaraan

  2. akibat jalan cepat sekali rusak mungkin waktu pengerjaanx pihak kontraktor ataupun pihak dinas pu minim untuk pengawasan dalam waktu pengerjaan!!!!!!!!!

  3. Terima kasih informasinya sangat menarik dan bermanfaat . Super Onyx ingin berbagi informasi tentang kerajinan dari batu onyx dan batu marmer . Batu-batuan ini kita proses menjadi sebuah kerajinan , souvenir , maupun hiasan . Banyak contoh hasil kerajinan yang kita proses seperti Guci , Meja hias , Lampu hias , Hiasan dinding , Vandel , Vas bunga , Pembakaran dupa listrik , Patung , dll . Informasi lebih lanjut kunjungi situs
    http://www.jualbatuonyx.com
    http://jualbatumarmerjualbatumarmermurah.blogspot.co.id/
    http://hargabatumarmeruntukdinding.blogspot.co.id/
    http://jualmejamarmerkunojualmejamarmerbekas.blogspot.co.id/

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim