Tantangan Tahun 2014, Pengelolaan Sumber Daya Air Tidak Mudah

Rasiyo menyapa tamu undangan pada acara Peringatan Hari Bhakti PU ke 68 tahun 2013 di Hal. Kantor BBPJN Surabaya (foto:Sulton)

Pada tahun 2014, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah dalam pengelolaan sumber daya air.

Hal tersebut disampaikan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdaprov Jatim, Dr. H. Rasiyo, MSi saat Memimpin Upacara Memperingati Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke 68 Tahun 2013 di Hal. Kantor Dinas PU Prov. Jatim, Jl. Raya Waru Sidoarjo, Selasa (3/12).

Menurutnya, selain kesulitan dalam pengelolaan sumber daya air, Kementrian PU juga kesulitan terkait dengan pembangunan jalan, pengadaan infrastruktur dasar pemukiman dan penataan ruang bersama- sama dengan daerah. “ Tetapi, saya berharap Dinas PU sebagai kepanjangan tangan kementrian PU yang ada di daerah bisa mengatasi semua tantangan yang ada. Sebab, bagaimanapun daerah juga tidak menutup tangan untuk semua program pusat yang ada di daerah,” tegasnya.

Dikatakan, capaian kinerja Kemetrian PU dalam bidang sumber daya air bisa dikatakan berhasil karena ada peningkatan jaringan irigasi yang semula 5,8 juta Ha tahun 2004, meningkat menjadi 7,2 juta Ha di tahun 2013. Ini semua dalam rangka mendukung ketahanan pangan 10 juta ton beras. Sedang kapasitas tamping waduk dan Embung, juga menunjukkan adanya peningkatan yakni semula 13,18 milliar M3 di tahun 2004, naik menjadi 14 milliar M3 di tahun 2013.

Sedang untuk pembangunan waduk, lanjutnya, tahun 2004 yang berhasil dibangun sebanyak 273 waduk bertambah menjadi 286 waduk di tahun 2013. Sedangkan Embung sebanyak 1.221 buah di tahun 2004, naik menjadi 809 embung di tahun 2013. Selain waduk dan embung, di tahun 2013 kementrian PU juga berhasil membangun kanal banjir sepanjang 32,9 Km serta pembangunan prasarana sungai sepanjangf 2.081 Km untuk pengendalian daya rusak air, pengurangan genangan dan normalisasi sungai terutama di kota-kota padat penduduk.

Sedangkan, pembangunan jalan dan jembatan dilaksanakan untuk meningkatkan konektivitas/ aksesibilitas, mobilitas dan keamanan jalan untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional/ wilayah. Salah satu capaian kinerja jalan adalah tingkat kemantapan jalan mencapai 90 %untuk jalan nasional, sedang jalan daerah sebesar 60 % untuk peningkatan struktur dan kapasitas jalan saja.

Sementara untuk infrastruktur dasar pemukiman, kinerjanya bisa diukur melalui pelayanan dasar masyarakat yakni peningkatan akses air minum sampai dengan 70 %, utamanya pada masyarakat miskin di pemukiman kab/ Kota. Adapun capaian pembangunan infrasturktur dasar pemukiman diantaranya peningkatan akses masyarakat terhadap air minum yakni dari 42,29 % tahun 2004 naik menjadi 58,05 % di tahun 2013 atau meningkat sebesar 15,7 %. Sedang akses terhadap sanitasi naik lebih tinggi yakni sebesar 20,4 %, tahun 2004 hanya 38,13 % naik menjadi 58,60 % di tahun 2013. Demikian juga dengan pembangunan Rusunawa, tahun 2004 hanya berhasil dibangun sebanyak 1.240 unit, tahun 2013 berhasil diselesaikan sebanyak 41.206 unit.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Djoko Kirmanto menambahkan, selain capaian- capaian tersebut diatas, Kementrian PU sampai dengan akhir tahun 2013 juga berhasil menyelesaikan atau menerbitkan 4 Perpres Rencana Tata Ruang (RTR Pulau, 4 Perpres RTR Kawasan Strategi Nasional (KSN), 18 Perda Rencana Tata Ruang Provinsi, dan 256 Perda RTR Kabupaten dan 70 Perda RTR Kota.

Pada akhir Tahun 2014 nanti, lanjutnya, diperkirakan seluruh target RPJMN 2010-2014 menjadi tanggung jawab kementerian PU dapat dicapai dengan baik, kecuali beberapa hal seperti pembangunan jalan tol sepanjang 120,35 Km ( yang menjadi tanggung jawab pemerintah) hanya dapat diselesaikan sepanjang 59 Km karena menghadapi masalah pengadaan tanah.

“Namun dengan telah ditetapkannya UU No. 2 tahun 2012 dan Perpres 71 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum dan tata laksananya, maka diharapkan proses pengadaan tanah dapat lebih lancer sehingga target bisa dicapai,” jelasnya.

(Sumber: Biro Humas Jatim)

2 Komentar Pembaca

  1. kapan waduk di rejoso nganjuk jatim di bangun tolong publikasikan gambar waduknya makash

  2. Sumber daya air pasti berkaitan dengan pengelolaan hutan , semakin baik pengelolaan hutan , semakin banyak air yang bisa dikelola . Awal bulan Juni 2015 ini mulai musim kemarau , dan masyarakat sekitar lereng timur gunung Arjuno mulai khawatir tentang kebakaran hutan , seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Apa Dinas Perkerjaan Umum punya program untuk menanggulangi kejadian diatas , karena pada kebakaran tahun lalu, apinya sudah sampai menghanguskan hutan tempat sumber air ?

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim