Indolakto Tambah Investasi Industri Pengolahan Susu Di Jawa Timur

Gubernur Jatim Soekarwo saat menandatangani prasasti Pabrik Indolakto di Kec. Purwosari Kab. Pasuruan (Foto: pasuruankab.go.id)

PT Indolakto yang merupakan anak perusahaan Indofood kembali membangun industri pengolahan susu di Jawa Timur. Pabrik yang memproduksi susu olahan ini didirikan di atas tanah seluas 11 hektar di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Pabrik Indolakto ini merupakan yang kedua di Jawa Timur setelah sebelumnya mendirikan di Pandaan.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang, menyebutkan bahwa pabrik Indolacto di Kecamatan Purwosari tersebut dibangun dengan nilai investasi 130 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,2 Triliun. Franciscus Welirang atau yang akrab disapa Franky optimis pasar produk susu di Indonesia nantinya bakal terus tumbuh mengingat masih rendahnya konsumsi susu di Indonesia sementara pendapatan masyrakat semakin meningkat.

Saat ini PT Indolakto memproduksi berbagai produk olahan susu seperti susu kental manis, Kremer, mentega, Yogurt, susu bubuk dan susu cair. Sehingga untuk memenuhi bahan bakunya, industri tersebut akan bekerjasama dengan kelompok peternak sapi perah dengan sistem gaduh. Kerjasama tersebut mulai dilakukan dengan penandatanganan MoU antara PT Indolakto dengan KUD sebagai Pembina kelompok peternak pada hari Rabu (9/1) kemarin.

Jawa Timur sangat serius untuk membangun agroindustri dan agrobisnis dengan cara mendekatkan sektor hulu dengan sektor hilir. Sehingga pembangunan pabrik baru PT Indolacto tersebut disambut baik oleh Gubernur Jawa Timur maupun Bupati Pasuruan. Hal ini mengingat sebanyak 86 ribu peternak membudidayakan 296.350 ekor sapi perah di Jawa Timur. Dan hampir setengahnya yaitu 34 ribu peternak dengan jumlah sapi perah 96.600 berada di Kabupaten Pasuruan. Dengan adanya industri (off farm) yang berada di dekat usaha budidaya (on farm), maka akan memiliki nilai tambah pada usaha tersebut.

“Sampai saat ini Industri Pengolahan Susu di Jatim masih kekurangan supply susu 500 – 600 ton per hari sehingga kekurangan tersebut dipenuhi dari impor bahan baku susu” terang Gubernur Jawa Timur, Dr.H. Soekarwo, sebelum menandatangan prasasti pabrik baru PT Indolakto. Pakde Karwo, sapaan akrabnya, juga sangat senang dengan sistem yang dilakukan oleh PT Indolakto yaitu menggunakan sistem gaduh dengan kelompok peternak sapi perah sehingga disamping dapat menampung susu yang dihasilkan, juga memberikan tawaran gaduh yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pakde Karwo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2012 sebesar 7,23 % atau satu persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 6,3 %. Selain itu PDRB Jatim juga meningkat drastis dari 884 Triliun menjadi 1.025 Triliun. Sehingga Pakde menyimpulkan bahwa hal ini merupakan pasar yang luar biasa untuk menanamkan investasi di Jawa Timur.

(Sumber: disnak.jatimprov.go.id)

2 Komentar Pembaca

  1. Salam hormat,

    Mohon informasi tentang bantuab kredit pengadaan sapi perah, bibit unggul (anakan), dan sapi produktif, saat ini kami sudah mempunyai 10 ekor sapi perah produktif.

    Atas bantuannya diucapkan Terima kasih

  2. mohon informasi untuk pembelian bibit sapi dara bunting 6 bulan dan sapi produktif laktasi 2, saat ini saya sudah ada 22 ekor kedepan secara bertahap bermaksud menambah hingga 40 ekor, trims atas bantuannya

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim