Cuaca Buruk: Produksi Apel Turun 40%

Perkebunan apel batu

Produksi apel di Kota Batu turun sebesar 30%-40% akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang.

Ketua Kelompok Tani Bumi Jaya II Kecamatan Bumiaji Kota Batu Darmanto menjelaskan cuaca yang buruk itu mengakibatkan serbuk sari, yang akan menempel ke putik bunga, rontok dan mengakibatkan gagal panen.

“Faktor alam tersebut kian melangkapi derita petani apel di Batu. Selain biaya produksi yang mencekik leher dan  belum membaiknya harga apel, hujan dan angin kencang juga mengakibatkan produksi turun,” kata Darmanto kepada Bisnis, Selasa (5/2).

Untuk menjaga agar putik bunga tidak rontok akibat hujan dan angin, petani terpaksa harus menambah volume penyemprotan ke pohon apel dibandingkan pada waktu normal.

Dia mengatakan saat musim penghujan, petani harus menyemprot dua hingga tiga kali dalam semingu. Padahal, saat normal petani cukup menyemprot sekali dalam sepekan. Hal ini mengakibatkan petani harus merogoh kocek yang dalam untuk biaya penyemprotan ditengah mahalnya harga obat-obatan.

“Sementara harga apel di tingkat petani belum beranjak dari kisaran Rp5.000-Rp6.000 per kg baik untuk jenis Manalagi maupunRoom Beauty,” jelas dia.

Dengan begitu petani banyak bergantung pada sisa-sisa apel yang mampu bertahan di pohon saja.   Jika cuaca bagus, hasil panen apel per hektare dengan jarak tanam apel sekitar 3,5 meter bisa di atas 20 ton.

“Namun akibat faktor  alam seperti saat ini  hasil panendipastikan akan turun hingga 40%. Agar hasil panen tidak turun perhatian utama petani adalah sewaktu pembuahan dimana menjadi benang sari yang akan menempel putik tidak sampai rontok dengan melakukan penyemprotan,” ujarnya.

Kondisi hujan membuat apel cenderung asam. Sehingga untuk bisa berproduksi secara normal membutuhkan suhu yang hangat.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Kabupaten Malang Rahmatullah Aji mengatakan hujan deras disertai angin diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

“Kecepatan angin yang membuat terjadinya angin puting beliung di Kecamatan Karangploso misalnya berkisar antara 44 knot atau 80 km per jam,” tutur dia.

Karena itu BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin puting beliung, pohon tumbang, maupun bencana lainnya akibat hujan deras disertai angin kencang. (gia)

(Sumber: bisnis-jatim.com)

Komentar Pembaca

  1. Selain faktor alam yang mempengaruhi dalam budi daya pertanian, faktor keberuntungan juga menjadi salah satu penyebab dari berhasilnya bercocok tanam.Tekad yang kuat dan ketekunan juga menjadi kuncinya.Memang bercocok tanam buah apel tidak bisa di prediksi hasilnya.Kadang hasil panen yang baik pun belum tentu beruntung tanpa di dukung harga yang baik. Sementara harga komoditi pangan sayuran dan buah-buahan masih mengikuti mekanisme pasar. . .terus lah berjuang petani indonesia.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim