Perguruan Tinggi Berperan Penting Kembangkan Sektor Kelautan

Foto: OkeZone.com

Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka peluang kerjasama dengan perguruan tinggi untuk kembangkan potensi kelautan dan perikanan di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Syarif Widjaja mengatakan salah satu program yang diadakan dari kerjasama dengan perguruan tinggi adalah program adopsi pulau.

Dia menjelaskan, dalam program adopsi pulau maka perguruan tinggi dapat mengadopsi sebuah pulau dan menjadikannya daerah binaan.

Adapun sejumlah perguruan tinggi yang telah diajak bekerjasama a.l Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Udayana (Unud).

“Jadi, nanti akan ada mahasiswa yang melakukan KKN (Kuliah, Kerja, Nyata) di pulau tersebut. bisa saja mereka membuat program pengembangan ekonomi daerah, membangun energi listrik, mengelola sanitasi, air bersih,” ujarnya, Jumat (18/1).

Selain itu, dia juga menilai potensi pengembangan bisnis di sektor kelautan dan perikanan juga masih belum maksimal tergarap oleh masyarakat. Oleh karena itu, lanjut dia, peran perguruan tinggi untuk mulai memperkenalkan sektor tersebut sangat besar.

“Sebenarnya dari sektor ini dapat menciptakan bisnis-bisnis yang besar. Misalnya saja, kita sering mengekspor rumput laut ke luar, tetapi kemudian mereka olah dan impor ke kita dengan nilai jual yang lebih tinggI. Nah, perguruan tinggi ini kan dapatcreating market, mendorong menghasilkan entrepreneur,” tuturnya.

Dia juga menambahkan pihaknya juga memberikan ruang sebesar-besarnya bagi perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan inovasi guna menopang penerapan konsep blue economy di Indonesia, terutama di sektor kelautan dan perikanan.

“Konsep itu dirancang agar tidak merusak sistem alam, mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, mengendalikan eksploitasi sumber daya alam. Dalam blue economy juga tidak boleh ada sisa limbah (zero waste), karena limbah dapat diolah menjadi bahan baku lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang kreatif serta inovasi teknologi,” ungkapnya.

(Sumber: bisnis-jatim.com)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim