Pemerintah Belum Serius Kembangkan PAUD

ilustrasi: jaringnews.com

Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Zainuddin Maliki menilai, pemerintah belum serius dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu indikasinya, Direktorat Jenderal PAUD, Nonformal dan Informal, adalah pemegang anggaran terkecil di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Pemerintah baru punya semangat untuk bercerita bahwa PAUD itu penting. Tapi, ketika akan mengalokasikan anggaran, ternyata komitmen pemerintah tidak selaras dengan omongan tersebut,” ujar Zainuddin di sela workshop Peningkatan Kualitas PAUD, di Prigen, Pasuruan.

Pria berkacamata ini menambahkan, hal serupa dialami oleh para pengelola yang biasa disebut Bunda PAUD. Kesejahteraan mereka belum begitu baik, kalau tidak mau disebut memprihatinkan. “Padahal, posisi dan peran mereka selama ini sangat vital dalam mengembangkan kecerdasan anak pada usia emas,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum PAUD Jatim Gadis Agung Prasmono berharap, workshop PAUD yang digelar Dewan Pendidikan Jatim akan dapat memberikan masukan untuk kebijakan yang sudah berjalan.

Menurutnya, masukan dari para pengelola PAUD sangat penting untuk menyempurnakan kebijakan yang cenderung bersifat teoretis dengan permasalahan yang dihadapi para pelaksana di lapangan.

Dalam konteks Jawa Timur, ia berharap pemerintah akan mendapatkan masukan untuk penyempurnaan kebijakan PAUD Holistik Integratif sebagaimana ditetapkan dalam Pergub 63/2011 tentang PAUD Holistik Integratif sejak setahun lalu.

“Kebijakan gubernur sudah sangat bagus. Karena itu, kami ingin menjaring masukan untuk sedikit menyempurnakan apa yang sudah berjalan,” tutur perempuan berpenampilan kalem ini. jaringnews.com

4 Komentar Pembaca

  1. Terimakasih kami sampaikan atas perhatian BAPPEPROP Jawa Timur terhadap liputan jaringnews.com pada Workshop PAUD “Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini” yg diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Jatim bersama Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di Hotel Royal Tretes View Pasuruan tgl 10-11 September 2012.
    Dalam Workshop PAUD tersebut para peserta yang terdiri dari Guru PAUD 38 Kab/Kota, Pengelola PAUD 38 Kab/Kota, Forum PAUD Jatim, HIMPAUDI Jatim, GOPTKI Jatim, IGTKI Jatim, TP PKK Jatim, BPPAUDNI Regional IV Jatim, Muslimat, Aisyiyah, Akademisi dan praktisi PAUD lainnya, mereka memberi masukan2 yg sangat berarti bagi pelaksanaan PAUD ke depan yang dirasakan mereka dilapangan masih banyak masalah2 yang krusial. Melalui Workshop ini diharapkan dapat membuat Rekomendasi yang bisa kami teruskan kepada Mendikbud RI, Gubernur Jatim serta stakeholders lainnya.
    Hal-hal yang meresahkan kami adalah:
    1. Pembelajaran PAUD masih diwarnai dengan Calistung, belum sepenuhnya melalui bermain.
    2. Kompetensi Pendidik PAUD masih kurang.
    3. Kualifikasi Pendidik PAUD belum memadai.
    4. Pembelajaran BCCT (Pijakan Lingkungan, Pijakan sebelum main, Pijakan saat main, Pijakan sesudah main) melalui bermain & pembiasaan belum dipahami sebagian besar Pendidik PAUD.
    5. Belum ada SOP yg baku tentang Pelatihan PAUD, meskipun BPPAUDNI & HIMPAUDI sudah melaksanakan Pelatihan berjenjang tingkat Dasar, Lanjut, Mahir namun masih sangat sedikit. Sedanfkan Dinas Pendidikan Jatim menyelenggarakan Orientasi Teknis PAUD. Siapa yg berhak mengeluarkan Sertifikat resmi sesuai standart?
    6. Kondisi Sarana & Prasarana masih memprihatinkan.
    7. Program-program PAUD masih terlihat parsial.
    8. Pembiayaan-pembiayaan Program PAUD masih parsial.

    9. Perizinan Operasinal maupun penerbitan
    NPSN masih lamban.

    Hasil Diskusi akan kami rangkum dalam bentuk Rekomendasi.

    Wass wr wb,

    Dra. Gadis Heria Noerdiana Agung Prasmono
    (Dewan Pendidikan Jatim/ Forum PAUD Jatim)

  2. Semoga ke depan perhatian pemerintah akan pendidikan terutama jalur PAUD akan lebih ditingkatkan sehingga akan mampu menciptakan anak-anak yang lebih cerdas. Usulan yang disampaikan Dra. Gadis heria sangat betul dan hendaknya bisa diimplementasikan secepatnya.

  3. hendaknya program yang sangat baik, mari kita wujudkan sesuai tujuan dan aturan main, jangan jadikan ajang berkompetisi, promosi, serta mencari dan menjadikannya proyek demi ” kepentingan” berjuang pasti akan berbuah hasil. Wallohu ‘alam

  4. turba sangat diharapkan bukan hanya dalam rangka kunjungan resmi, lpj / apapun yang berkaitan dana, tapi bentuk perhatian sekecil apapun tanpa dibuat – buat sangat diharapkan demi evaluasi, peningkatan perkembangan program yang baik ini. minimal Silaturahim

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim