Seratusan Hektar Sawah di Probolinggo Gagal Panen

ilustrasi: bromoonline.wordpress.com

Bencana banjir bandang akibat hujan deras yang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Probolinggo pada akhir Januari 2012 lalu, membuat seratusan hektare tanaman padi mengalami gagal panen alias puso. Ratusan hektare tanaman padi gagal panen terjadi di tiga desa di Kecamatan Pakuniran.

Sawah seluas lebih dari 119 hektare dipastikan gagal panen. Lahan padi tersebar di tiga desa, yakni Desa Patemon Kulon seluas 36,76 hektar, Desa Kedung Sumur seluas 11,33 hektar, dan Desa Gunggungan Kidul seluas 71, 195 hektar. Data itu disampaikan Kepala Seksi Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Arif Kurniadi.

Ia mengatakan, di kecamatan lain, air hanya lewat dan tidak merusak. Apalagi padi memang suka dengan air. Kecuali bila genangannya berlangsung cukup lama. Sementara banjir di tiga desa, Kecamatan Pakuniran, genangan air bercampur dengan material lain, seperti tanah, pasir, sampai batu. Material itulah yang membuat tanaman rusak.

Menurutnya, lahan padi yang puso di Pakuniran itu tidak begitu banyak. Adapun di Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, Gading, Gending, dan Kecamatan Krejengan, banjir tidak sampai menimbulkan kerusakan pada tanaman.

“Dampak banjir bandang yang membuat padi gagal panen di Pakuniran hanya nol koma lima persen saja kalau dihitung se-Kabupaten Probolinggo,” katanya via ponsel.

Terkait kerugian akibat gagal panen itu, Arif menjelaskan per hektar lahan padi bisa menelan biaya produksi sebesar Rp 3,6 juta.Sementara untuk tanaman cabai, ongkos produksinya lebih tinggi, yakni mencapai Rp 6-7 juta per hektar. Dari keterangan Arif, total kerugian yang diderita petani akibat tanaman padi puso sekitar Rp 500 juta. Sementara kerugian dari tanaman cabai yang rusak, berkisar antara Rp 138 juta sampai Rp 161 juta. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2021. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim