Sabtu, 2 Agustus 2014

Angka Kemiskinan Tetap Tinggi di Kota Industri

ilustrasi: kompas.com

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim mengungkapkan, jumlah rumah tangga miskin di wilayahnya masih tinggi, mencapai 16.000 keluarga. Padahal, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terdapat 1.016 industri besar yang seharusnya mampu menyejahterakan warga di sekitarnya.

“Angka kemiskinan bisa terus bertambah dengan maraknya pemutusan hubungan kerja dan pengangguran. Gresik sebagai ‘Kota Industri’ seharusnya mampu menyejahterakan warganya,” kata Qosim dalam “Semiloka Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Gresik”.

Menurut dia, untuk mengatasi kemiskinan, semua stakeholder yang membidangi penanggulangan kemiskinan perlu menyatukan langkah. Perusahaan yang ada di Gresik diminta partisipasinya mengentaskan rakyat dari kemiskinan dan memberdayakan warga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Profesor Soetandyo W Soebroto dan Bagong Suyanto dari Universitas Airlangga, Surabaya, dalam kesempatan itu menyimpulkan, lingkaran kemiskinan bukan disebabkan kelemahan mental atau tidak adanya etos warga miskin. Menurut Soetandyo, kemiskinan terjadi akibat eksploitasi dan pengambilan hak-hak orang miskin secara kurang adil.

Sementara menurut Bagong, kemiskinan terjadi akibat tidak ada jaminan dan perlindungan sosial dalam wujud nyata. Upaya penanggulangan kemiskinan lebih banyak bersifat derma (charity) daripada upaya mengentaskan mereka dari kemiskinan.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2014. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim