Pantai Sreseh Tercemar Minyak

Ilustrasi

Pantai di wialayah Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tercemar tumpahan minyak campur aspal, air laut di perairan itu masih berwarna coklat kehitaman dengan bau minyak.

Pencemaran ini membuat tangkapan ikan nyaris tidak ada, dan nelayan harus tmbah perkerjaan membersihkan perahu dan jaring dari polutan itu. Pencemaran itu pada mulanya hanya terjadi di Desa Noreh. Kemudian poutan terbawa ombak hingga meluas di beberapa desa seperti Labuhan, Taman, Sreseh.

Keadaannya sama, yaitu air laut 10-100 meter dari garis pantai menjadi berwarna cklat pekat kehitaman dan berbau minyak tanah. Para warga, khususnya nelayan sama sekali tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi pencemaran tersebut.

Walau sudah melaporkan kjadian itu ke aparat pemerintah tetapi tidak ada penanggulangan sama sekali. Kalangan nelayan yang paling terkena akibat pencemaran tersebut. Ikan sampai sekitar 200 meter dari garis pantai seperti menghilang. Padahal untuk nelayan yang memancing menggunakan perahu kecil biasanya hanya mencari ikan di radius sekitar 200-300 meter dari garis pantai.

“Ikan sudah tidak ada sejak pncemaran terjadi,” kata Rizqon, nelayan desa Noreh. Nelayan perahu sedang dan besar juga terkena imbasnya, karena perahu dan jaringnya terlengketi polutan tersebut. Mereka harus membersihkan perahu dan jaring karena mesti melewati garis pantai saat berangat atau menarik jaring. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim