Jatim Serap Kredit Mandiri Rp 22,1 Triliun

ilustrasi: keuangan.kontan.co.id

Jawa Timur menyerap Rp 22,1 triliun kredit UKM yang dikucurkan Bank Mandiri per April 2011. Sektor yang paling banyak mendapat kucuran kredit, adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, industri manufaktur, infrastruktur, properti dan pertanian.

“Perekonomian Jatim yang terus berkembang telah membuat dunia usaha kembali bangkit. Hal ini mengerek permintaan kredit dari dunia usaha ke pihak perbankan. Kita lihat ekonomi terus tumbuh dengan baik. Hampir semua sektor bergairah. Kita akan terus ekspansif memacu kredit, termasuk ke sektor UKM,” ujar Budi J Siahaan, Kepala Kanwil VIII Bank Mandiri.

Budi mengungkapkan, pihaknya tidak pilih-pilih sektor. Pokoknya kalau bisnisnya prospektif pasti kita dukung. Namun, Bank Mandiri juga akan menerapkan asas kehati-hatian guna mengantisipasi timbulnya kredit bermasalah, paparnya.

Adapun dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Mandiri di Jawa Timur sudah berhasil menghimpun Rp 26,5 triliun sampai dengan April 2011. Sehingga, loan to deposit ratio (LDR) mencapai 83 persen.

“Kami terus mendorong peningkatkan peran aktif sekaligus mengembangkan sektor UKM di Indonesia. Karena secara tidak langsung sektor ini juga menjadi sarana realisasi penyaluran kredit kami,” kata Senior Vice President Business Banking II Bank Mandiri, Agus Fuad, di sela-sela pelatihan 150 pengusaha UKM di Hotel Bumi, Rabu (25/5) lalu.

Agus menuturkan, Bank Mandiri menggelar pelatihan UKM di sejumlah kota, antara lain, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Surabaya. Rangkaian pelatihan ini akan berlanjut di Pekanbaru dan Denpasar. Khusus di Surabaya, sebanyak 150 pengusaha UKM mengikuti edukasi yang menghadirkan Direktur UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Nining Indroyono Soesilo.

“Dalam pelatihan ini, kita tidak hanya bicara soal bagaimana pengelolaan neraca keuangan yang baik, tapi juga soal riset pemasaran dan riset pasar. Ini semua akan menunjang ekspansi UKM di tengah persaingan pasar yang kian ketat, terutama pasca-ACFTA,” paparnya.

Ia mengatakan, saat ini pertumbuhan kredit ke sektor UKM di Indonesia cukup menggembirakan. Pada kuartal I/2011, bank pelat merah itu sudah menyalurkan kredit UKM sebanyak Rp 28,7 triliun. Jumlah ini naik 27,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). “Hingga akhir 2011 kami targetkan pertumbuhan hingga 30 persen,” kata Fuad.

Penyaluran kredit UKM Bank Mandiri yang ditangani Divisi Business Banking memfokuskan pada penyaluran kredit produktif berupa modal kerja atau kredit investasi dengan limit Rp100 juta sampai Rp 5 miliar.

Untuk mendorong penyaluran kredit UKM, Bank Mandiri melalui Mandiri Busines Banking (MBB) akan menambah 23 kantor baru dengan dukungan layanan di seluruh kantor cabang Bank Mandiri. Sampai akhir tahun ini, jaringan kantor MBB diharapkan akan menjadi 186 jaringan kantor di seluruh Indonesia yang terdiri atas 34 Business Banking Center, 70 Business Banking Floor, dan 82 Business Banking Desk. Surabaya Post

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim