Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Antar Pakde Raih Dua Trophy

Gubernur Jatim Soekarwo saat mendapat ucapan selamat dari Wapres RI Jusuf Kalla

Sehari setelah peroleh Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha , kembali Gubernur Jatim DR. H. Soekarwo peroleh dua trophy sekaligus karena Inovasi Pelayanan Publik untuk “Ayo Kerja” dan ATM Samsat Jatim. Penghargaan disampaikan saat moment Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (29/4), gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu kembali menerima penghargaan tingkat nasional.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini sebelumnya menerima penghargaan LPPD 2015 Terbaik dari Mendagri RI Tjahyo Kumolo dan dianugerahi Penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, di ajang penutupan Musrenbangnas 2015, Pakde Karwo kembali memperoleh Penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Tahun 2015. Penghargaan berupa Trophy itu diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

Selain Gubernur Jatim, penghargaan serupa juga diterima Gubernur DI Jogyakarta, Gubernur Kalimantan Tengah dan Gubernur Jambi. Tak hanya itu, dari 25 kepala daerah yang mendapatkan penghargaan, 8 bupati dan walikota asal Jatim juga meraih penghargaan yang sama.

Kedelapan bupati dan walikota asal Jatim tersebut antara lain Bupati Lumajang (Gerakan SUSI), Bupati Banyuwangi (Lahir Procot Pulang Dapat Akte), Bupati Pasuruan (ODHALINK), Bupati Malang (TPA Sampah Wisata Edukasi), Walikota Surabaya (E-Health) dan Walikota Malang (Emas Hitam Dibalik Tumpukan Sampah).

Sementara saat penghargaan tersebut, Pakde Karwo yang mengenakan batik warna merah itu tampak sumringah. Ucapan syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut tak henti-hentinya dilontarkan. “Saya sampaikan kalau ini semua adalah berkat kerja keras dan kerjasama semua SKPD. Oleh karena itu saya sampaikan terima kasih dan syukur,” katanya.

Foto bersama Pakde Karwo

Lebih lanjut Pakde Karwo menambahkan, kalau penghargaan yang diterimanya itu berkat iklim yang sangat kondusif di Jatim. “Hasil inovasi ini karena suasana yang kondusif. Tidak berjalan lalu menjadi suasana tertekan. Tetapi ini muncul karena kecerdasan dari learning untuk mendapatkan support. Tapi tetap didorong dari sebuah leadership sebesar 50 persen. Itu sangat menentukan, karena kalau tidak disupport tidak akan bisa,” terangnya.

Bagi Jatim sendiri, penerimaan penghargaan yang diterima dengan dua kategori sekaligus itu yakni inovasi ATM Samsat Jatim yang digagas Dispenda bersama Polda Jatim dan Program Ayo Kerja yang digagas Disnakertranduk Jatim.

Usai menerima penghargaan, Pakde Karwo menyampaikan kalau era otonomi daerah yang dituangkan dalam UU 32/2014 itu tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana tujuan itu sangat bertumpuh pada peningkatan pelayanan public. Oleh karena itu, orang nomor satu di Jatim itu sangat konsern terhadap aspek tersebut.

“Dalam undang-undang 33 tahun 2014 juga bertujuan untuk peningkatan pelayanan public. Dimana itu orientasinya pada peberdayaan dan partisipasi masyarakat. Dan kata kunci itu adalah pada pelayanan public yang harus meningkat,” ungkapnya.
Gubernur Soekarwo bersama Wakapolda Brigjen Pol Eddy H foto bersama dengan piala yang diterima dari Wapres RI Jusuf Kalla.

Lebih dalam lagi, Pakde Karwo menjelaskan, kalau 25 nominator yang mendapatkan penghargaan, 8 kategori di raih oleh Jawa Timur (Provinsi maupun kabupaten/kota). Sehingga, sebut Pakde Karwo, akumulasi tersebut menunjukkan kalau Jatim merupakan daerah yang pertumbuhannya sangat bagus dengan nilai gini ratio yang baik.

“Jadi itu dampaknya pada pelayanan yang baik,” jelasnya.

Berbicara soal dua kategori penghargaan yang diraih Jatim, Pakde Karwo menjelaskan kalau program ATM Samsat Jatim terselenggara berkat sebuah kebersamaan dari berbagai jajaran SKPD. Disamping itu, terciptanya program tersebut tidak terlepas dari sebuah kemudahaan yang diberikan untuk masyarakat Jatim. Dimana lewat pelayanan tersebut outputnya dapat memberikan kepastian waktu yang terukur, biaya yang jelas dengan syarat yang jelas pula serta meminimalisir banyaknya berkas (paperless).

“Ini sangat ekselen. Semua menjadi efisiensi dan kepastian public dalam mencapai kemudahan dan murah,” jelasnya.

Sementara soal program Ayo Kerja, Pakde Karwo merasa bangga atas program tersebut. Sehingga, munculnya inovasi tersebut menjadi satu tawaran baru kepada masyarakat dalam mengurangi sebuah pengangguran di Jatim.

“Ini satu tawaran baru pada masyarakat untuk mencapai pengangguran sebesar 4,19 persen. Ada sekitar 830 ribu perusahaan di Jatim, ini dibangun sebuah jaringan kepada 850 perusahaan dan sekitar 5000 lebih sudah menikmatinya,” jelasnya.

“Bukan itu saja, hiterline yang dibangun juga untuk meningkatkan kualitas SDMnya,” imbuh Pakde Karwo.

Ditanya soal tantangan ke depan, Pakde Karwo menyampaikan kalau inovasi yang dibangun akan semakin kompetitif. Tidak hanya antar negara, tetapi kompetisi itu juga akan terjadi antar daerah. Dan ini dinilainya sangat bagus.

“Yang perlu dimengerti ada tiga hal, yakni soal SDM, infrastruktur sekolah atau BLK dan sebagainya serta pelayanan proses dalam daya saing. Dan ini akan lebih bagus untuk sebuah produk untuk menjadi murah harganya dan cepat distribusinya,” kata Pakde Karwo.

“Kalau antar daerah mampu membangun hubungan kerja dengan baik, maka akan mampu mencapainya tidak hanya pada tataran daerah atau negara saja, tapi juga mampu bersaing dengan negara-negara Asean dan dunia,” tambahnya.

Sementara itu, selain menerima penghargaan Inovasi Pelayanan Publik tahun 2015 terbaik, Pakde Karwo sebelumnya juga mendapatkan Penghargaan Pangripta Nusantara 2015. Penghargaan berupa trophy berwarna merah keemasan itu diberikan secara langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Wapres RI Jusuf Kalla.

Penghargaan Pangripta Nusantara 2015 kali ini merupakan penghargaan untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2013. Penghargaan yang sebelumnya tidak diduga itu diterima Jatim karena dinilai mampu secara konsisten dan terukur mendokumentasikan rencana pembangunan kerja tahun 2015 dengan baik. Jatim sendiri mendapatkan penghargaan tersebut dengan urutan sebagai provinsi harapan I. Untuk provinsi harapan II diraih Provinsi Aceh. Untuk harapan III (Prov. Sulawesi Utara). Sedang provinsi Terbaik III (DI Jogyakarta), provinsi terbaik II (Kalimantan Timur) dan provinsi terbaik III (Jawa Barat). (wem)

(sumber: birohumas.jatimprov.go.id)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim