AS Impor Kopi Indonesia Senilai USD 290 Juta

Kelompok tani Buah Ketakasi Desa Sidomulyo, Jember, yang mencoba makmur dengan kopi. foto:widi

Ketika Specialty Coffee Merajai Pasar Amerika

Tercatat pada tahun 2013, AS mengimpor kopi dari Indonesia senilai USD 290 juta atau 5,4% dari impor kopi AS dari seluruh dunia. Pertumbuhan itu menjadi kesempatan emas bagi kopi Indonesia untuk makin bersaing di pasar AS. ­­­

Berdasarkan data yang ada, jumlah uang yang dibelanjakan untuk specialty coffee di AS setiap tahunnya mencapai USD 18 miliar. Peminum kopi di AS jumlahnya mencapai 100 juta orang setiap harinya. Ini menunjukkan pasar untuk komoditas kopi di AS cukup besar dan potensial.

Kita pun juga harus promosi minum kopi. foto:widi

Pada pameran specialty coffee yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA) untuk kali ke-26 di Seattle, AS pada penghujung April,  Indonesia turut berpartisipasi dengan menampilkan 34 varian specialty coffee dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Flores, dan Papua.

Indonesia tidak hanya sekadar memamerkan biji kopi, tetapi juga memberi kesempatan pada pengunjung untuk menguji cita rasa, aroma, dan spesifikasi kopi Nusantara.

Perusahaan dan asosiasi kopi yang mengisi paviliun Indonesia antara lain PT. Javarabica, PT. Coffindo, PT. Perkebunan Nusantara XII, PT. Sarimakmur Tunggal Mandiri, PT. Wahana Pronatural, PT. Sabani Internasional, PT. Sinar Mayang Lestari, CV Sidikalang, CV Harapan Bersama, GAKOPTAN Nagari Surian, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Asosiasi Kopi Luwak Indonesia, dan Koperasi Petani Indonesia Makmur Bersama.

Produksi Petani Kopi Kelompok Buah Ketakasi, Jember. foto:widi

Menurut SCAA, kopi dikategorikan specialty jika nilainya mencapai 80 poin atau lebih dalam skala nilai maksimum 100 poin. Kopi jenis ini tumbuh di lingkungan dengan iklim yang ideal. Rasa dan aroma yang khas dari jenis kopi ini dihasilkan dari karakteristik khusus dan komposisi tanah tempat kopi ini tumbuh.

Menurut Syarifudin, perwakilan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), specialty coffee Indonesia memiliki variasi yang paling banyak di dunia dengan kualitas yang tinggi. Setidaknya Indonesia memiliki enam variasi bibit specialty coffee. Selain itu specialty coffee Indonesia juga memiliki keunikan tersendiri.

Laboratorium pengembangan kopi kerjasama dengan perguruan tinggi. foto:widi

Misalnya, cara pemrosesan tradisional yang dikenal dengan nama ‘wet hulling’ (giling basah) yang menjadikan warna biji kopi Indonesia kebiruan. Kemudian specialty coffee Indonesia juga kaya akan rasa. Masing-masing daerah memiliki karakteristik rasa, seperti rasa buah-buahan, coklat, tembakau, dan rasa keasamannya juga beragam seperti rasa wine dan butter.

Jika berhasil meningkat, perdagangan specialty coffee ini pada akhirnya akan menguntungkan para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka. (*/agm)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim