Industri Manufaktur Mikro Kecil Naik 1,66 Persen

Menteri Koperasi RI, Syarifudin Hasan, tak segan ikut mempromosikan kripik pisang Kab Lumajang. foto:widi kamidi

Triwulan I-2014, Membuktikan Industri Mikro Kecil Jawa Timur Bergeliat

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Jawa Timur pada triwulan I-2014 naik 1,66 persen. Jika dibanding dengan angka nasional yang tumbuh hanya 0,99 persen, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Jawa Timur lebih tinggi 0,67 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah, Jumat (9/5), mengatakan kondisi tersebut membuktikan industri mikro kecil Jawa Timur terus bergeliat tumbuh cukup baik pada dibandingkan dengan industri besar dan sedang. Hal tersebut diharapkan akan terus berlanjut sampai dengan akhir 2014.

Lima sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami pertumbuhan tertinggi antara lain industri makanan naik 2,83 persen, pakaian jadi naik 3,09 persen, mesin dan perlengkapannya YTDL naik 3,83 persen.

Kemudian industri kulit barang dari kulit dan alas kaki naik 8,54 persen serta industri reparasi dan pemasangan mesin peralatan listrik naik 8,90 persen. Sedangkan industri manufaktur mikro kecil yang mengalami kontraksi/turun lebih dri 5 persen antara lain industri bahan kimia dan barang bahan kimia turun 5,71 persen, furniture turun 6,65 persen, percetakan reproduksi media rekaman turun 5,71 persen, alat angkut lainnya turun 12,88 persen, pengolahan tembakau turun 29,73 persen dan industri karet barang dari karet serta plastik turun 33,12 persen.

Industri makanan tradisonal Jenang di Kab. Blitar. foto:widi kamidi

Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I-2014 secara (y on y) mengalami kenaikan 3,74 persen dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I- 2013.

Namun jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Indonesia yang naik 4,41 persen. Maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2015 lebih rendah 0,67 poin.

Sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 5 persen pada triwulan I/2014 dibandingkan dengan triwulan I/2013 antara lain, industri mesin dan perlengkapan YTDL naik 7,47 persen, pakaian jadi naik 7,55 persen, makanan naik 8,19 persen, kulit barang dari kulit alas kaki naik 8,99 persen, minuman naik 17,65 persen, peralatan listrik naik 18,59 persen serta industri kertas barang dari kertas naik 25,67 persen.

Sedangkan sektor industri manufaktur mikro kecil yang mengalami kontradiksi atau pertumbuhan negatif lebih dari 5 persen antara lain, industri karet turun 47,02 persen, pengolahan tembakau turun 45,43 persen, barang galian bukan logam turun 12,60 persen, percetakan reproduksi media rekaman turun 12,27 persen dan industri kayu barang dari kayu serta gabus turun 9,52 persen (*/sumber kmf)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim