Peluang Pasar Buah Lokal masih Terbuka Lebar

Berbagai buah lokal di Indonesia merupakan buah yang memiliki rasa yang nikmat (foto: menu-makanan-sehat.blogspot.com)

Peluang pasar buah lokal di Tanah Air masih sangat terbuka, bahkan tidak akan kalah bersaing dengan berbagai jenis buah impor yang menyerbu pasar domestik, kata Manajer Pemasaran Sunpride Luthfiany Azwawie.

“Pasar buah lokal di Tanah Air bisa mencapai Rp3 triliun per tahun. Sementara kita baru bisa memenuhi kebutuhan itu tidak sampai 0,5 persennya, sehingga peluangnya masih cukup menjanjikan,” tegasnya di Malang, Selasa.

Menurut dia, hampir semua jenis buah bisa ditanam di Indonesia, hanya beberapa saja yang masih belum sesuai kondisi lahan di negeri ini, seperti kiwi dan pear. Sedangkan jenis buah lainnya sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Bahkan, lanjutnya, kualitasnya jauh lebih bagus buah lokal ketimbang buah import, seperti jeruk yang varietas dan jenisnya cukup beragam, apel, anggur, kelengkeng, semangka hingga pisang emas.

Ia mengakui harga buah lokal memang sedikit lebih mahal ketimbang buah impor, karena kuantitasnya masih terbatas. Oleh karena itu, peluang untuk mengembangkan berbagai jenis buah lokal ini sangat terbuka dan prospektif.

Beragam buah lokal tersebut yang paling banyak jenisnya adalah jeruk, sebab varietas jeruk yang sudah dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) mencapai 228 varietas.

Sedangkan jenis buah lainnya, yakni apel hanya 73 varietas, kelengkeng 20 varietas, anggur 43 varietas dan strawberi 19 varietas. Tahun depan, Balitjestro juga akan melepas vaeitas jeruk baru hasil persilangan dari beberapa jenis jeruk.

“Sekarang masih kita teliti lebih lanjut dan lebih detail agar hasilnya sesuai harapan yang nantinya bisa mengalahkan jeruk impor,” kata peneliti senior Balitjestro Ary S.

Selain varietas buah lokal yang beragam, bibit unggul, khususnya jeruk yang didistribusikan pada petani mencapai 500 ribu bibit (2013) dan tahun depan ditargetkan bisa mendistribusikan sekitar satu juta bibit jeruk.

Dari 500 ribu bibit jeruk yang didistribusikan itu, sekitar 200 ribu bibit merupakan jeruk baby dan selebihnya adalah bibit jeruk Siam, Pontianak dan Batu 55.

“Kami berharap masyarakat sendiri mulai sadar kalau buah produk lokal tidak kalah kualitasnya dengan produk impor. Bahkan, buah lokal lebih segar dan rasanya juga lebih enak ketimbang impor,” katanya, menambahkan.

(Sumber: antarajatim.com)

Komentar Pembaca

  1. tingkatkan kualitas pasar lokal agar bisa menarik minat konsumen
    http://tinyurl.com/pfxfzlq

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim