Gubernur Janji Bantu Bangun Pura Umat Hindu Di Jatim

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat dalam sambutannya di acara Dharma Shanti Hari Raya Nyepi 2013 dan Tahun Baru Saka 1935 di JX International Jalan A. Yani Surabaya, Minggu (7/4)

Hingga kini masih banyak umat hindu di Jawa Timur yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah dan mengalami diskriminasi dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Kondisi itu membuat Gubernur Jawa Timur berjanji untuk lebih mempedulikan umat Hindu yang ada di pelosok-pelosok Jawa Timur.

“Mulai hari ini pemerintah Provinsi Jatim akan membantu membangun pura atau tempat ibadah umat Hindu yang tersebar di Jatim,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat dalam sambutannya di acara Dharma Shanti Hari Raya Nyepi 2013 dan Tahun Baru Saka 1935 di JX International Jalan A. Yani Surabaya, Minggu (7/4).

Pakde Karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim Soekarwo juga mengapresiasi gerakan umat Hindu yang selama ini selalu menjaga perdamaian dan ketentraman yang ada di Jawa Timur. “Kalau kita berantem terus, kita tidak bisa membangun, kerukunan antar umat yang juga dimotori umat Hindu harus terus diteladani,” ujarnya.

Menurutnya, kehidupan kerukunan di Jatim terjaga dengan baik. Para pimpinan daerah dan masyarakat ikut menjaga keamanan dan kenyamanan di Jatim. Kondisi seperti ini, ada jaminan untuk hidup rukun, damai, dan harmonis di Jatim. Hal ini menjadi faktor utama dalam pembangunan di Jatim.

“Mari kita jaga kerukunan di Jatim. Saya, Umat Hindu, beserta seluruh masyarakat Jatim menjaga kerukunan di Jatim. Harapannya, Jatim menjadi provinsi yang aman dan nyaman, dan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” himbaunya.

Selain itu Gubernur Jatim juga mengapresiasi tapa Brata yang dilakukan umat Hindu di Jatim karena Tapa brata ini penting untuk mengendalikan diri kita untuk mewujudkan hidup rukun. Masyarakat Hindu melalui tapa brata ikut menjaga kerukunan. Ini menjadi tradisi Umat Hindu yang sangat baik untuk terus dipertahankan.

Dalam pantauan di Lapangan Pakde Karwo menggunakan udeng (penutup kepala khas Bali). Menurutnya, udeng merupakan simbol Bhineka Tunggal Ika, simbol yang dibawa oleh Patih Gajah Mada sebagai leluhur Masyarakat Bali yang ada di Majapahit.

Sementara itu ketua Parisada Hindu Darma, Nyoman Anom Widiana mengatakan saat ini umat hindu di Jatim banyak bertempat tinggal atau berpusat di gunung-gunung besar yang ada di Jatim mulai ujung Barat dan Timur di Jatim yaitu dari Lereng Gunung Lawu, Semeru, Kawi, Arjuno, Penanggungan, hingga ke Gunung Wilis. “Diskriminasi biasanya kami alami ketika mengurus proses administrasi kependudukan,” ujarnya

Dikatakannya pihak umat Hindu sering mengalami diskriminasi. “Kami lahir, hidup bahkan mati-pun sulit. Kami layaknya anak bangsa lainnya, pelayanan bagi umat kami di pelosok harus lebih adil,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun 2013 dan Tahun Baru Saka 1935 Prof. Dr. I Nyoman Sutantra mengatakan, Hari Raya Nyepi merupakan hari suci, waktu yang tepat untuk melakukan perenungan, mengendalikan diri, dan menyucikan diri agar Umat Hindu dapat menegakkan kebenaran, kebajikan, penuh kasih, dan ahimsa. Tentunya hal ini bertujuan agar dapat membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, sejahtera, rukun, damai, dan harmonis.

Untuk itu, Kegiatan Dharma Shanti tahun ini mengangkat subtema “Melalui Nyepi dan Dharma Shanti Kita Tingkatkan Sraddha-Bhakti dan Cinta Kasih Untuk Membangun Kehidupan Berbangsa-Bernegara yang rukun, damai, harmonis, adil, dan sejahtera”. Peserta Dharma Shanti diikuti sekitar 5.500 orang yang terdiri dari TNI, Polri, PNS, dan Umat Hindu se-Jatim.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan adanya Tari Barong, Sendratari Sumpah Palapa karya Sekolah Tinggi Karawitan Wilwatikta, dan Tari Reog. Seusai Sendratari Sumpah Palapa, Bude Karwo sapaan akrab Istri Gubernur Jatim menerima buket bunga sebagai tanda kasih dari Perayaan Dharma Shanti 2013.

(Sumber: jatimprov.go.id/pca)

Komentar Pembaca

  1. Kami dari Provinsi Banten memberikan simpati dan apresiasi kepada Bpk Gubernur Jatim memberikan perhatian terhadap umat Hindu untuk menghapus imit diskreminasi sesama umat manusia kalau semua pemimpin bangsa ini seperti ini negara kita selalu damai siapun pemimpinnya yang penting memiliki skil, untuk umat hindu jatim pertahankan komitmen pemimpinnya salam

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim