BPBD Jatim Tetapkan 32 Daerah Rawan Banjir dan Longsor

ilustrasi: rimanews.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur tetapkan 32 daerah masuk wilayah rawan banjir dan tanah longsor. Penetapan 32 daerah ini menyusul ancaman musim penghujan yang pada Desember hingga Februari mendatang akan mencapai puncaknya.

Sudharmawan, Kepala BPBD Jatim, ketika ditemui di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (3/12/2012), mengatakan telah melakukan antisipasi ancaman banjir dan longsor dengan memberikan peringatan dini bagi 32 daerah itu. “Sudah kita konsolidasikan, kepala daerahnya juga sudah kami temui untuk waspada,” kata Sudharmawan.

Puluhan pompa air, tenda serta perahu karet juga telah disiapkan. Untuk penanganan banjir ini, BPBD juga menyediakan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar yang diambilkan dari dana bencana APBD 2013.

BPBD juga mulai menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial, serta Bulog untuk membantu menyediakan makanan cepat saji, beras, mie instan, selimut, serta obat-obatan. “PMI (Palang Merah Indonesia), dan Basarnas (Badan SAR Nasional) juga sudah kita koordinasikan untuk turun sewaktu-waktu diperlukan,” kata dia.

Menurut Sudharmawan, Balai Besar Bengawan Solo juga telah diminta terus memantau selama 24 jam kondisi air sungai terpanjang di Jawa itu. suarasurabaya.net

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim