Semburan Lumpur Campur Gas di Gresik Capai 10 Meter

ilustrasi: kompas.com

Warga Gresik Jawa Timur pada Selasa (13/11/2012) malam dikejutkan semburan lumpur bercampur gas di tengah sawah yang mengering di Desa Metatu Kecamatan Cerme. Semburan di bawah pohon Ngembo itu diketahui pertama kali sekitar pukul 17.45 saat Maghrib.

Mudakir, warga yang rumahnya dekat dengan semburan menuturkan semburan bahkab melampaui pohon Ngembo sekitar 10 meter. Hingga pukul 21.30 ratusan warga masih berbondong-bondong ingin menyaksikan semburan dari dekat.

Mereka mengabadikan dengan telepon seluler atau kamera dan merekamnya meski cahaya tidak mendukung. Luberan lumpur terus mengalir ke areal persawahan hingga radius 100 meter dari pusat semburan.

Aroma bau gas menyengat dari pusat semburan. Menurut Mudakir di lokasi itu memang ada bekas sumur minyak tua peninggalan Belanda. Sejak tahun 1970 setidaknya terjadi tiga kali semburan. “Tapi kali ini yang terbesar,” tuturnya.

Sementara itu polisi mengamankan lokasi dan memasang garis polisi meskipun akhirnya diterobos warga. Sejumlah anggota sabhara KepolisianResor Gresik baru saja diterjunkan ke lokasi. Dikhawatirkan gas yang terhirup warga yang ingin menyaksikan semburan lumpur berbahaya.

Jalur Gresik Balongpanggang lewat Cerme atau Duduksampeyan menuju Metatu macet karena dipadati warga yang penasaran. Polisi juga meminta ahli perminyakan untuk meneliti semburan lumpur itu. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim