Pemprov Jatim Usulkan Subsidi Seat Rute City Link

ilustrasi

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengusulkan penggunaan subsidi seat yang ditanggung sejumlah pihak khususnya pemerintah daerah setempat untuk mendorong berjalannya program city link atau penerbangan antar kota di wilayahnya.
“Usulan subsidi seat itu layak untuk digunakan, khususnya bagi rute penerbangan baru dalam program city link [penerbangan antar kota] di Jatim yang akan melibatkan enam bandara. Kebijakan subsidi seat dengan porsi tertentu ini diharapkan dapat menstimulan atau mendorong peningkatan demand penumpang,” kata Soekarwo kepada Bisnis.
Lontaran usulan itu, kata Soekarwo, untuk memacu dan membuat keyakinan bagi maskapai penerbangan komersial agar mau menerbangi rute-rute penerbangan yang diprogramkan pada program penerbangan antar kota di Jatim.
Rencananya dalam program penerbangan antar kota itu ada enam bandara yang dilibatkan.
Keenam bandara itu terdiri atas Bandara Internasional Juanda Surabaya yang bertindak sebagai hub airport, Bandara Abdurrahman Saleh Malang, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Lapangan Perintis Trunojoyo Sumenep.
Dua lapangan terbang lainnya kini tengah dalam proses pembangunan yaitu lapangan terbang perintis Bawean, Kab. Gresik dan Lapter Perintis Ponggok, Kab. Blitar.
Soekarwo menjelaskan program subsidi seat ini sebenarnya sempat digunakan saat dimulainya rute penerbangan Malang-Jakarta yang terjadi pada sekitar 2005 lalu.
“Pada saat itu, kebijakan subsidi seat yang diminta oleh maskapai yang melayani rute penerbangan Jakarta-Malang akhirnya disepakati sejumlah pemda di wilayah Malang Raya. Artinya bila pesawat tidak penuh maka kekosongan seat itu akan ditanggung pemda.”
Soekarwo menyatakan program subsidi seat ini diberlakukan hanya bersifat sementara.
“Ini [kebijakan subsidi seat] hanya bersifat temporary atau tidak permanen, hanya bersifat untuk merangsang animo masyarakat dengan durasi tertentu. Bila animo semakin tinggi dan load factor sudah layak maka subsidi seat bisa dicabut kembali,” ungkapnya.
Untuk rute Surabaya-Bawean
Soekarwo menegaskan kebijakan subsidi seat ini sangat cocok untuk rute penerbangan perintis Surabaya-Bawean.
“Rute ini [Surabaya-Bawean] nantinya bila beroperasi akan saya dorong menerapkan subsidi seat saat awal beroperasi. Ini tidak akan memberatkan pemda karena pesawat yang digunakan tipe kecil sekelas twin otter yang berkapasitas 9-15 orang saja. Dari survei awal, demandnya tidak sedikit,” ujarnya.
Rencananya, kata dia, pemprov akan mengajak sejumlah pihak untuk duduk bareng membicarakan program kebijakan subsidi seat khususnya skema pembiayaannya agar bisa dipahami oleh para pihak yang berkepentingan. bisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim