Jawa Timur Kekurangan 7 Ribu PAUD

ilustrasi: lazuardibirru.org

Sungguh tragis, Jawa Timur (Jatim) yang merupakan provinsi terbesar kedua di Indonesia masih belum mampu memerhatikan pendidikan usia dini. Dari 10 ribu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Posyandu yang dibutuhkan, Jatim hanya memiliki 3 ribu saja.

Saat dikonfirmasi mengani hal tersebut, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jatim Nina Soekarwo mengaku sudah mimikirkan ke arah situ. “Hingga akhir 2012 ini akan ada 500 Posyandu baru, sehingga kami bisa menarget total di tahun ini ada 3,5 ribu,” kata istri Gubernur Jawa Timur, Soekarwo itu.

Menurutnya, kini pihaknya masih dalam proses melatih para kader agar mempunyai kemampuan mengetahui proses tumbuh kembangnya anak. Sebab, menurutnya, untuk menyukseskan program 10 ribu Taman Posyandu tentunya memerlukan tenaga-tenaga yang mumpuni dalam bidang pendidikan anak, tumbuh kembang anak, pengasuhan sekaligus kesehatan.

Untuk menyukseskan kekurangan itu, Pemerintah Provinsi Jatim dan Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta dukungan para pengusaha agar ikut mendukung terciptanya 10 ribu taman pendidikan anak usia dini tersebut.

“Kalau anak kita dari kecil tidak di-didik, maka harta kita akan dirampok orang luar. Tapi kalau anak kecil di-didik, maka hasilnya akan luar buasa di tahun 2030. Kalau begitu, nanti kita yang akan mengajari orang Eropa. Bukan yang seperti terjadi saat ini Orang Eropa yang mengajari masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka PAUD perlu diintegrasikan dengan layanan Posyandu, yang pada akhirnya dinamakan Taman Posyandu. Di dalamnya terdapat Posyandu ditambah layanan pendidikan anak usia dini dan bina keluarga balita guna memenuhi seluruh kebutuhan esensial tumbuh kembang anak.

Berdasarkan data TP PKK Jatim, di Jawa Timur terdapat 4.022.338 anak usia 0 sampai 6 tahun, 68,22 persen diantaranya (2.744.132 anak) belum mendapatkan layanan PAUD, sedangkan sisanya 1.278.206 anak telah mendapatkan layanan PAUD namun masih bersifat parsial, belum memenuhi seluruh kebutuhan esensial tumbuh kembang anak.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun mengklaim bahwa saat ini di lapangan sudah terbentuk 5 ribu taman Posyandu. Harun menjelaskan bahwa untuk merealisisikan program tersebut memang tidak mudah.

Kendala yang dihadapi saat ini antara lain masih terbatasnya Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Misalnya belum mempunyai kader yang mumpuni dan kekurangan alat permaianan edukatif.

Jika sudah seperti itu, masih sulit rasanya untuk bermimpi bahwa Jawa Timur akan berkembang. “Untuk mencapai standar, perlu dukungan baik itu pemetintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga dunia usaha dan industri,” ujar Harun. surabaya post online

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim