Februari, Jatim Alami Inflasi 0,25%

ilustrasi

Kenaikan harga berbagai kelompok sandang dan pangan selama Februari 2012 di Jawa Timur memicu laju indeks harga konsumsi (IHK) atau inflasi mencapai sebesar 0,25%. Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya di level 0,05%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo mengatakan, dari tujuh kelompok konsumsi, enam kelompok mengalami kenaikan dan hanya satu kelompok yang mengalami deflasi.

Enam kelompok yang mengalami kenaikan tersebut diantaranya adalah kelompok sandang naik 1,64% dan kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau naik 0,52%, kelompok perumahan sebesar 0,27%, kelompok kesehatan 0,23%. Sementara kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan keuangan turun sebesar 0,18%.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah emas perhiasan, jagung muda, rokok kretek, bawang merah, gaji tukang serta telur ayam ras,” ujarnya dalam jumpa pers di Surabaya, Kamis (1/3/2012).

Harga emas perhiasan umpamanya, di bulan Januari 2012 di kisaran Rp346.000 per gram menjadi Rp362.000 di bulan Februari. Rokok filter dari Rp9.000 menjadi Rp9.300, jagung mudah segar Rp10.500 per kilogram menjadi Rp17.000 per kilogram, upah mandor Rp58.000 menjadi Rp60.000, daging ayam dari Rp29.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram dan gula pasir naik dari Rp11.200 per kilogram menjadi Rp11.270 per kilogram.

Sementara beberapa komoditas yang menekan laju inflasi di antaranya adalah penurunan harga tomat sayur, bandeng dan kepiting, angkutan udara, pindang asin, udang basah, bayam, telepon seluler, dan kangkung.

“Harga Ikan bandeng misalnya turun dari Rp28.000 per kilogram jadi Rp27.000 per kilogram dan kepiting dari Rp88.000 per kilogram menjadi Rp76.000 per kilogram,” katanya.

Irlan mengatakan, dari seluruh kota di Jatim yang menjadi acuan, seluruhnya mengalami inflasi. Terbesar terjadi di Probolinggo sebesar 0,46% disusul Madiun sebesar 0,36% dan Sumenep sebesar 0,35%. Inflasi terendah terjadi di Malang yang mencapai 0,18%.

“Adapun laju inflasi kumulatif Jatim mencapai 0,61% dan laju inflasi year on year Jatim mencapai 3,93%,” katanya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim