Banjir Bandang Terjang Ribuan Rumah Warga di Probolinggo

ilustrasi: berita8.com

Banjir bandang menerjang lima kecamatan, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masing-masing Kraksaan, Gading, Krejengan, Pakuniran, dan Pajarakan, dan merusak ribuan rumah warga, ternak, serta fasiltas umum, seperti sekolah dan tempat ibadah.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Masyhuri Efendi menyebutkan, banjir bandang yang menerjang lima kecamatan itu merusak ribuan rumah, serta menyeret puluhan hewan ternak milik warga.

Dijelaskan, banjir bandang datang secara tiba-tiba, sehingga warga tidak sempat meyelamatkan harta bendanya.

Menurut dia, enam orang dikabarkan hilang. Namun hingga kini petugas masih terus melakukan pendataan.

Banjir bandang disebabkan luapan Sungai Pekalen yang tidak mampu menampung debit air kiriman dari daerah hulu sungai di kawasan Gunung Argopuro.

Banjir juga menjebol area bantaran sungai saehingga memasuki rumah warga di sekitar aliran sungai. Warga tidak bisa bebuat apa-apa karena banjir kiriman datang secara mendadak.

Warga yang kini masih dihantui rasa ketakutan juga mengungsikan hewan ternaknya yang masih selamat, karena khawatir akan ada banjir bandang susulan.

Para petugas keamanan juga diturunkan kelokasi bencana. Namun di lokasi bencana juga mengalami kesulitan karena medannya yang berat, karena rendamaan lumpur, sehingga petugas juga melakukan pengamanan lokasi bencana.

Aparat keamanan juga dikerahkan ke lokasi bencana untuk membantu korban seperti ke Desa Patemon di Kecamatan Krejengan yang merupakan lokasi terparah. Pemerintah setempat juga terus melakukan pendataan terhadap para korban.

Camat Krejengan, Suharto menyebutkan, akibat bencana tersebut untuk Desa Patemon yang merupakan desa terparah bisa mencapai milyaran rupiah. Namun pemerintah setempat masih terus mendatanya.

Disebutkan juga, banjir bandang juga memutus tiga jembatan bambu yang menghubungkan antarperkampung.

Sementara Kabagops Polres Probolinggo, Kompol Hadi Prayitno menyebutkan, di Desa Patemon dua gedung sekolah rusak, yakni SD dan SMP Islam. Sedangkan di Kecamatan Krejengan 16 rumah rusak, dan ratusan rumah terendam lumpur. berita8.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim