Jumat, 31 Maret 2017

Gubernur Lantik Pejabat Eselon II dan III

Dr. H. Soekarwo seusai melantik Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/12).

Para pejabat eselon II dan III harus dapat memahami makna birokrasi dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya. Makna birokrasi terdiri dari 3 hal yakni substansi, struktur, dan kultur.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo seusai melantik Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/12).

Ia mengatakan, makna birokrasi pertama yang harus dipahami para pejabat adalah substansi dalam birokrasi. Substansi dalam birokrasi bisa tertuang dalam tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi), UU dan Peraturan Pemerintah mengenai Kepegawaian. Dalam konsep birokrasi moderen dinamakan substansi. “Sebagai contoh Pak Zarkasi, substansinya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Prov. Jatim menjadi relawan (volunteer) untuk mengentas kemiskinan. Jadi harus bisa dekat masyarakat,” katanya.

Selain itu, menurut Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu, menjadi seorang pemimpin dalam subtansi birokrasi tersebut tidak cukup hanya bekerja sesuai dengan tupoksi tetapi dengan mengikutkan hati dalam menjalankan tugasnya. “Tidak cukup menjadi mesin pembangunan. Mereka harus tidak diperlakukan mekanik tetapi organik yang tugasnya multifungsi,” jelasnya.

Makna birokrasi yang kedua adalah struktur. Struktur menjadi sangat penting di dalam birokrasi. Maksudnya adalah birokrasi harus tegak lurus dengan struktur birokrasi. Apa yang ditugaskan gubernur, harus dijalankan dengan baik. Itu memang birokrasi, dibangun seperti itu.

Ia menjelaskan, cara tunduk dengan pemimpin melalui undang-undang. Struktur normatif itu jiwa rohnya di dalam kehidupan birokrasi. Tidak boleh birokrasi melenceng ke politik. “Jangan buat rekayasa-rekayasa baru. Kalau mau ikut politik, keluar dulu dari birokrasi kemudian ikut politik,” ujarnya.

Makna birokrasi yang ketiga yakni kultur. Kultur ini dapat menentukan orang itu berhasil atau tidak di dalam organisasi. Di dalam birokrasi, kultur dinamakan etika birokrasi. Etika yang terdapat di dalam birokrasi itu harus dibangun dan ditegakkan. Kalau struktural normatif dan etika tidak ditegakkan, maka bisa menjadi gerombolan perusak kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu etika harus ditegakkan dan struktur harus tegak lurus dengan birokrasi.

“Etika itu yang menentukan keberhasilan, bukan kecerdasan seseorang. Begitu masuk birokrasi, harus membaca aturan perundangan dan etika moralitas birokrasi. Manusia yang bermartabat memiliki etika,” jelasnya.

Ia menyampaikan, perubahan di dalam manajemen bisa terjadi pada lingkungan kerja atau SDM. Untuk menjadi manajemen yang lebih baik, lingkungan kerja atau SDM perlu refresh. “Manajemen itu perlu tantangan. Tidak mungkin ada semangat achievement yang tumbuh, jika tidak ada tantangan di depan,” ujar Pakde Karwo.

Pengangkatan Eselon II di lingkungan Pemprov Jatim berdasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/2735/212/2011 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan. Sedangkan pengangkatan eselon III berdasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/2736/212/2011.

Pejabat yang dilantik sebanyak 10 pejabat eselon II dan 79 pejabat eselon III. Diantara pejabat yang dilantik adalah Drs. Zarkasi, M.Si sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Prov. Jatim, Drs. Mudjib Afan, MARS sebagai Kepala Badan Perpusatakaan dan Kearsipan Prov. Jatim, dr. Budi Rahayu, MPH sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Prov. Jatim, Drs. Sudarmawan, MM sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim, Drs. Siswanto, MM sebagai Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Sutartib, M.Si sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Ir. Bambang Sadono, MM sebagai Inspektur Prov. Jatim, Bobby Soemiarsono, SH, M.Si sebagai Kepala Biro Umum Setda Prov. Jatim, dr. Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG sebagai Wakil Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian pada Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, dan Dr. Kohar Hari Santoso, dr, Sp.An KIC KAP sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan pada Rumah Sakit Umum dr. Soetomo Surabaya.

Seusai Pelantikan Pejabat Eselon II dan III, Jumat (30/12) siang dilaksanakan Pelantikan Pejabat Eselon IV di lingkungan Pemprov Jatim oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur      Dr. H. Rasiyo di Gedung Negara Grahadi. (hms)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim