Minggu, 26 Oktober 2014

Pengusaha Jatim – Kaltim Ikat Kontrak Bisnis

ilustrasi: kabarbisnis.com

Upaya membangun sinergi antara pengusaha Jawa Timur dan pengusaha Kalimantan terus dibangun. Setelah melakukan business meeting di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pengusaha Jatim melanjutkan kunjungan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur di Balikpapan, 5-6 Oktober 2011.

Rombongan pengusaha Jatim dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pengembangan Jaringan Usaha Antar-Provinsi, Diar Kusuma Putra. Kunjungan pertama di Kadin Balikpapan dilangsungkan pada Rabu (5/10/2011) dan dilanjutkan dengan one on one business meeting di Hotel Zurich, Balikpapan, pada Kamis (6/10/2011).

Ketua Umum Kadin Balikpapan Rendy susiswo Ismail mengatakan, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa dikembangkan antara pengusaha Jatim dan Kaltim. “Kita berharap ke depan ada kontinuitas kerja sama yang lebih konkrit di antara kedua belah pihak,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Kaltim Bidang Investasi, Sabri Ramadhani, berharap, kerja sama ekonomi antara Jatim dan Kaltim bisa ditingkatkan. Kedua daerah memiliki potensi ekonomi yang bisa saling mendukung. Misalnya, Kaltim bisa memasok komoditas pertambangan ke Jatim. Adapun pengusaha Jatim bisa memasarkan produk pertanian ke Kaltim.

Ketua Kompartemen Tetap Pengembangan Jaringan Usaha Kadin Jatim, Yulyani, menuturkan, ada 107 pengusaha di Kaltim yang melakukan pertemuan bisnis dengan pengusaha dari Jatim. Para pengusaha Kaltim itu berasal dari Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan sejumlah kota lain di provinsi kaya sumberdaya alam tersebut.

“Banyak pengusaha Kaltim yang ingin menjalin kerja sama dengan pengusaha Jatim, terutama di bidang pengemasan, produk kulit, pertanian dan hortikulltura. Pada pertemuan ini telah terjadi beberapa transaksi atau kontrak bisnis dan kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Sejumlah pengusaha Jatim yang mengikuti muhibah bisnis tersebut pun mengaku bisa meraup banyak manfaat. Makhtub Junaedi, pemilik Rafi Jaya yang memproduksi produk-produk dari kulit, mengatakan, pihaknya sudah berhasil membukukan transaksi dengan sejumlah pengusaha Kaltim.

“Kami senang akhirnya produk Rafi Jaya bisa berekspansi ke Kaltim. Sudah ada permintaan untuk sepatu, tas, dan sandal. Pertemuan bisnis seperti ini menghasilkan transaksi yang konkrit,” ujar Junaedi.

Pemilik CV Industri Kreatif Indonesia, Rudyant Siswanto Wijaya, juga menyambut gembira pertemuan bisnis tersebut. Dia bisa mengembangkan bisnis percetakannya dengan menjaring konsumen dari Kaltim.

“Harga desain dan cetak di Surabaya jauh lebih murah dibandingkan di Balikpapan. Hasil pertemuan ini banyak yang akan order, terutama dari pengusaha-pengusaha UKM di Kaltim untuk materi promosi dan pengemasan produk mereka,” ujar Rudyant.

Menurut Yulyani, secara umum pertemuan bisnis dengan pengusaha Kaltim ini lebih menjanjikan daripada pertemuan dengan pengusaha Kalsel di Banjarmasin.

Yulyani menambahkan, setelah dari Kalsel dan Kaltim, pihaknya merencanakan kunjungan bisnis serupa ke daerah lain, seperti Sulsel, NTT, dan NTB. “Ini bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan penetrasi produk-produk dari pengusaha Jatim, terutama yang berskala UMKM, ke kawasan luar Pulau Jawa,” papar Yulyani.

Untuk bisa menggenjot ekspansi pengusaha Jatim ke kawasan luar Jawa, Kadin Jatim juga mendorong optimalisasi perwakilan perdagangan Jatim yang sudah ada di empat provinsi, yaitu Nusatenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2014. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim