Gubernur Bantu Warga Blitar Melalui Pasar Sembako Murah

Pakde Karwo didampingi Bupati Blitar berbincang dengan pemilik UKM di sekitar area Pasar Sembako Murah

Melalui pasar sembako murah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu meringankan beban masyarakat Blitar untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat membuka Pasar Sembako Murah di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Selasa (23/8) kemarin.

Pasar sembako murah di Kabupaten Blitar merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jatim bersama Pemkab Blitar dalam mengantisipasi terhadap kenaikan harga pokok pangan dan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok pangan pada Bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi antara Gubernur dan Wagub Jatim dengan Masyarakat Kabupaten Blitar secara langsung sebagai uppaya keberpihakan pada masyarakat terutama dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Paket sembako murah untuk Kabupaten Blitar yang dibagikan sebesar 5.000 paket untuk 5.000 rumah tangga miskin, yang tersebar pada 5 kecamatan diantaranya Kecamatan Ponggok sebanyak 4.000 paket, Kecamatan Udanawu 400 paket, Kecamatan Nglegok 200 paket, Kecamatan Srengat 200 paket, dan Kecamatan Sanan Kulon 200 paket.

Paket sembako yang dibagikan seharga Rp 100 ribu per paket, terdiri dari 5 kg beras premium, 2 kg gula, 1 liter minyak goreng, 600 ml kecap manis, dan 10 bungkus mie instan. Paket tersebut disubsidi oleh Pemprov Jatim sebesar Rp 85 ribu dan Pemkab Blitar sebesar Rp 5 ribu, sehingga masyarakat hanya membayar sebesar Rp 10 ribu untuk mendapatkan paket sembako itu.

Pada kesempatan yang sama, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu mengatakan, selain dengan pasar murah, Pemprov Jatim juga memberikan subsidi sebesar Rp 12,5 miliar untuk ongkos angkut kebutuhan pokok dari pabrik ke kabupaten/kota di Jawa Timur. Ongkos angkut yang disubsidi tersebut untuk mengangkut tepung, gula pasir, beras IR64, dan minyak goreng.

Ia menjelaskan, banyak harga kebutuhan pokok turun setelah adanya subsidi ongkos biaya angkut barang dari pabrik ke Kabupaten/kota. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelonjakan harga pada kebutuhan pokok. ”Jadi Pemerintah harus melindungi masyarakat dari harga-harga yang terlalu tinggi tidak dapat dijangkau masyarakat menjelang hari raya. Masyarakatnya yang harus dilindungi,” ujar Pakde.

Realitas yang ada di Jawa Timur, terdapat penurunan harga pada beberapa kebutuhan pokok. Sebagai contoh yang ada di Kabupaten Blitar, Beras bengawan pada Bulan Juli dijual seharga Rp 8.000 sekarang turun menjadi Rp 7.950. Beras mentik dari Rp 8.250 turun menjadi Rp 8.050. Kemudian untuk beras IR64 yang semula seharga Rp 7.300 menjadi Rp 7.050 –                   Rp 7.100.

Demikian pula dengan Gula pasir dalam negeri medium merek tanjung dari harga                 Rp. 9.400 turun menjadi Rp 9.200. Minyak goreng curah Rp 9.600 menjadi Rp 9.500 – 9.550. Harga bawang merah dari Rp 14.500 turun menjadi Rp 13.500, bawang putih semula dijual dengan harga Rp 9.800 turun menjadi Rp 8.300. Meskipun demikian ada yang mengalami peningkatan harga yakni ayam kampung dari Rp 40.000 menjadi Rp 41.500.

Dalam kegiatan itu, Pakde Karwo beserta Gus Ipul ikut membagikan paket sembako kepada masyarakat Blitar. Masyarakat terlihat antusias terhadap tindakan yang dilakukan kedua Pimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. (bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim