Gubernur Ingatkan Semangat Gotong Royong

Gubernur Jatim, Dr H. Soekarwo bersama Ketua Tim Penggerak PKK Prov Jatim Dra. Ny. Hj. Nina Soekarwo, dan Walikota Pasuruan menyerahkan bantuan pohon kepada petani pada acara BBGRM di Pasuruan

Kemajuan jaman yang cederung ke arah liberal, memang bisa berdampak buruk bagi hubungan antar manusia karena mereka lebih cenderung hidup secara individu dan mementingkan diri sendir. Itulah mengapa Gubernur Jatim. Dr. H Soekarwo berharap masyarakat terus membudayakan gotong royong untuk mewaspadai arus liberalisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo ketika membuka Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke VIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 39 di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, Selasa (26/4).

Menurut gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu, saat ini Pemprov Jatim mempunyai program prioritas yang bertujuan untuk lebih memberdayakan masyarakat menengah kebawah dengan mengajak mereka. “Program ini telah dimasyarakatkan sejak pemerintahan Bung Karno dan Bung Hatta yang mengutamakan sikap gotong royong agar rasa kesatuan dan persatuan terus terjaga,” kata Pakde Karwo.

Selain itu gotong royong juga sudah membudaya dan dirasakan oleh masyarakat manfaatnya untuk membantu sesama. Sikap gotong royong ini telah dilakukan oleh Pemprov Jatim dengan memberikan bantuan langsung kepada 493.004  RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) sesuai dengan kebutuhan dan keadaannya. Sebanyak 8.900 RT diantaranya dalam keadaan  jompo dan cacat diberikan bantuan berupa beras dan uang sebesar Rp. 150 ribu/bulan/RT.

Sedangkan masyarakat sangat miskin yang masih produktif diberikan bantuan langsung berupa paket produksi sesuai dengan keahlian dan kebutuhannya, misalnya bibit pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan ataupun barang dagangan yang masing-masing keluarga sebesar Rp. 2,5 juta.

“Negara yang kuat adalah negara yang  selalu memperhatikan dan mengurus warganya yang mengalami kesulitan terutama bagi warga yang mempunyai usaha kecil. Oleh karena itu saya berpesan kepada seluruh Kepala Daerah janganlah seenaknya menggusur Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa memberikan solusi. Harus ada penataan usaha bagi mereka. Demikian pula masyarakat yang hidup di stren kali hendaknya diberikan jalan keluar dengan cara membangun rumah bagi yang tergusur,” paparnya.

Peringatan BBGRM selalu diikuti dengan peringatan HKG PKK, menurut Pakde Karwo hanya perempuanlah yang bekerja selalu dengan perasaan dan hati. Gotong Royong diimplementasikan dengan pelaksanaan program PKK yang selalu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dibidang pendidikan, kesehatan, kebersihan lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi.

“Saya berterima kasih kepada para Kader PKK yang bekerja dengan perasaan dan hati tanpa mengharapkan imbalan. Cara kerjanya selalu bergotong royong dengan cara mendampingisecara orang perorang  atau mereka yang memerlukan, misalnya balita gizi buruk, para lansia maupun memberikan pendampingan kepada Koperasi Wanita agar para perempuan lebih berdaya dan mempunyai nilai tawar dalam keluarga,” katanya.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Prov Jatim Dra. Ny. Hj. Nina Soekarwo, MSi menyatakan rasa terima kasihnya dan atensinya kepada para kader PKK yang bekerja tanpa mengharapkan imbalan, terutama bagi para kader yang bekerja di daerah terpencil, daerah pegunungan dan daerah  nelayan yang medannya tentu sangat berat.

Untuk itulah pada HKG PKK ke 39 itu TP PKK Provinsi Jatim memberikan Penghargaan Adibhakti Madya PKK berupa Pin Emas kepada 76 Kader PKK di seluruh Jatim yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 15 tahun secara terus menerus.

Lebih lanjut ia menjelaskan TP PKK telah mendukung proses pembangunan bangsa selama 39 tahun dan peranan telah mendapat pengakuan dan penghargaan dari lembaga-lembaga nasional maupun internasional.

“Gerakan PKK dengan 10 program pokok PKK telah mendapatkan penghargaan dari Badan Dunia seperti WHO, UNICEF, UNESCO dan Asian Management Program. Pengangkuan tersebut membuktikan bahwa kegiatan PKK mempunyai andil besar dalam pembangunan di Indonesia,” jelasnya wanita yang akrab disapa Bude Karwo itu.

Pada kesempatan itu disampaikan Bantuan Pemprov Jatim dan Instansi Vertikal Prov Jatim dengan total bantuan sebesar Rp. 36.662.434.500,-  yaitu dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Prov Jatim sebesar Rp. 435.000.000 , Dinas Koperasi dan UMKM Prov Jatim sebesar Rp. 302.145.000, Badan Perpustakaan dan KearsipanProv Jatim Rp. 37.200.000, Dinas Pertanian Prov Jatim Rp. 21.900.000,-, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Rp. 239.950.000,-, Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Rp. 180.750.000,-, BKKBN Rp. 50.750.000,-, Dinas Kehutanan Rp. 57.750.000,-, Dinas Perhubungan dan LLAJ Rp. 30.000.000,-, Badan Ketahanan Pangan Rp. 15.000.000,-, Biro SAdm. Kemasyarakatan Setda Prov Jatim Rp. 10.000.000,-, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rp. 508.925.000,- dan Biro Adm Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Jatim Rp. 42.500.000,-.

Sebelum membuka puncak peringatan BBGRM dan HGK PKK Pakde Karwo didampingi Bude Karwo melakukan kunjungan di Poli DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak) di Puskesmas Kandang Sapi di Kecamatan Dugul Kidul Kota Pasuruan. Poli ini merupakan satu-satunya dan menjadi Pilot Projek di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2007.

Tujuan dari didirikannya poli ini adalah untuk mendeteksi dan mengawasi tumbuh kembang anak. Dan manfaatnya telah banyak dirasakan ol;eh warga Kota Pasuruan. Kasus yang terbanyak pernagh ditangani oleh poli ini adalah karena salah asuh dari orang tua sehingga tumbuh kembang anbak mengalami hambatan. (bhi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim