Bank Jatim Diminta Fokus ke UKM

ilustrasi: facebook.com

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham mayoritas Bank Jatim meminta BUMD itu untuk lebih fokus melakukan pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di provinsi itu yang jumlahnya 4,2 juta unit meski telah menjadi perusahaan terbuka. Guna meningkatkan kinerja pemberdayaan UMKM di Jatim itu, Pemprov Jatim mendorong agar ada penambahan direksi yang khusus menangani sektor pembiayaan UMKM sehingga total direksi Bank Jatim menjadi lima orang dari sebelumnya hanya empat orang.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan Pemprov Jatim tetap membebani Bank Jatim untuk semakin fokus dalam menjalankan fungsi intermediasi khususnya bagi kalangan UMKM di provinsinya.

“Pasca melakukan IPO [initial public offering/penjualan saham perdana ke bursa] pada Oktober 2011, Bank Jatim diminta tetap fokus ke UMKM. Karena UMKM di Jatim masih membutuhkan pembiayaan, agar UMKM dapat berperan bagi pertumbuhan ekonomi Jatim yang tahun ini dipatok bisa tumbuh 7,1%,” kata Soekarwo kepada wartawan.

Profil UMKM di Jatim, kata Soekarwo, berjumlah 4,2 juta UMKM.

“Dari jumlah itu 70% belum bankable dan sekitar 85,09% masih beromzet dibawah Rp50 juta. Namun, posisi UMKM sangat signifikan karena memberikan kontribusi terhadap PDRB [produk demestik regional bruto] Jatim mencapai 53,4%.”

Peran Bank Jatim bagi UMKM, lanjut dia, semakin bisa signifikan bila perannya sebagai bank sentralnya atau Apex bagi BPR-BPR di Jatim bisa dioptimalkan untuk mengucurkan kredit bagi usahawan mikro.

“Belum lagi bila ditunjang dengan sinergi bersama PT Jamkresda [Jaminan Kredit Daerah] sehingga UMKM yang tidak bankable maupun tidak punya colleteral atau agunan bisa dibiayai,” tegasnya.

Tambah Direksi UMKM
Soekarwo menegaskan bila pihaknya telah menyetujui agar adanya penambahan satu direksi lagi pada Bank Jatim khusus untuk mengurusi UMKM.

“Bila dulu hanya ada direksi kredit saja dengan total direksi empat orang, maka ke depan mesti ada direksi khusus pembiayaan UMKM sehingga totalnya jadi lima direksi. Insya Allah ini akan diputuskan dalam RUPS[Rapat Umum Pemegang Saham] maupun RUPS LB [RUPS luar biasa]Bank Jatim yang akan digelar pekan ini,” ungkapnya.

Soekarwo memberikan apresiasi karena pihaknya telah mendapat kabar bila semua calon direksi yang diuji kepatutannya oleh Bank Indonesia semuanya orang dalam Bank Jatim.

“Hasilnya ada yang lulus dan tidak lulus pada proses fit and proper test BI itu. Kalau tidak salah ada 10 kandidat direksi yang semuanya asli karyawan bank Jatim yang telah diuji tersebut. Ini menunjukkan culture management di Bank Jatim sangat sehat dan kompetitif,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun Bisnis, RUPS maupun RUPS LB Bank Jatim akan digelar pada 13-14 April 2011. BI

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim