Mutasi Serampangan, Kepangkatan Pemkab Gresik Kacau

apel-pns

Ilustrasi (dok. tribunnews.com)

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik menemukan data yang cukup mengejutkan. Hasil penelusuran BKD ditemukan pejabat yang kepangkatan/golongannya kalah dengan anak buahnya. Kondisi itu bukan hanya di dinas dan bagian tetapi juga di badan dan kantor.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Drs. Saputro, MM membenarkan hal itu. Meski tidak menyebut angka pasti, jumlahnya diperkirakan mencapai 100 orang.

“Pastinya lupa. Jumlahnya sekitar 100 orang,” kata Saputro, Rabu (16/2).

Menurut Saputro, kesalahan itu bukan ada  pada para pejabat yang bersangkutan,  melainkan pejabat yang memindah dalam hal ini bupati.

“Masak pangkat pimpinan kalah tinggi dengan anak buah. Itu kesalahan yang mindah bukan pejabatnya,” tegas mantan Kadisnaker Pemkab Gresik ini.

Dicontohkan  Saputro, untuk jabatan kepala bagian (kabag) eselon III misalnya, golongan IVa/ tapi anak buahnya  malah sudah IV/b. Dengan tingginya pangkat anak buah dari atasan itu, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja. Karena anaknya buahnya merasa lebih tinggi pangkat maupun golongannya, sehingga kadang seenaknya pada saat diperintah.

Sayangnya Saputro enggan untuk menyebutkan data itu secara konkrit. Namun, ia mengakui jika itu terjadi pada saat Gresik dibawah kepemimpinan mantan Bupati Drs. Robbach Ma’sum, MM.

Menurutnya, anak buah yang pangkatnya lebih tinggi dari atasan itu tidak salah. Namun, yang salah adalah pejabat yang memindah, dalam hal ini bupati. Itu sebabnya, di bawah kepemimpinannya,  BKD akan terus melakukan evaluasi terkait dengan pangkat dan golongan di jajaran Pemkab Gresik. Jika ada pejabat yang kenaikan pangkat dan golongnya tidak sesuai, akan diturunkan. Karena itu sudah merupakan bentuk pelanggaran. Semuanya akan dikembalikan berdasarkan DUK (Daftar Urut Kepengkatan). (eri)

2 Komentar Pembaca

  1. mohon perhatian dr yg berwenang,tenaga pendidik mengapa harus disetok didaerah pantura.bukankah daerah gunung kendeng yg banyak kekurangan juga masih wil gresik………

  2. nama2 honorer k2 yg dipublikasikan kemarin,di kedamean banyak yang tidak valid.banyak data palsu.semua guru pny NIG,dari NIG itu bisa di cek kebenarannya.krn pada thn 2005 NIG yg nanda tangani P.kosim yg pada wktu itu menjabat Kepala dinas penddkn.tolong ditindak lanjuti

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim