Inflasi Jawa Timur April 2023 (month-to-month) sebesar 0,30 Persen

Komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jawa Timur pada bulan April 2023

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan April 2023 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Timur di delapan kota, secara yoy pada bulan April 2023 terjadi inflasi sebesar 5,35 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,71 pada April 2022 menjadi 115,58 pada April 2023. Adapun untuk tingkat inflasi mtm April 2023 tercatat sebesar 0,30 persen.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,70 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,58 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,52 persen; kelompok kesehatan sebesar 4,12 persen; kelompok transportasi sebesar 11,81 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,84 persen; kelompok pendidikan sebesar 4,99 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 7,32 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,94 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi yoy bulan April 2023 yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,3636 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,2051 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,4267 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,2205 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,1386 persen; kelompok transportasi sebesar 1,5856 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0472 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,3386 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,6137 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,4282 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan deflasi yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0092 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi mtm bulan April 2023 yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,0684 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0667 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0045 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0300 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0103 persen; kelompok transportasi sebesar 0,0548 persen; ; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0012 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,0264 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0476 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil/sumbangan deflasi mtm sebesar 0,0006 persen. Sementara kelompok pendidikan tidak memberikan andil/sumbangan inflasi/ deflasi.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy bulan April 2023, antara lain: bensin, beras, akademi/perguruan tinggi, rokok kretek filter, sekolah dasar, tarif air minum pam, kontrak rumah, telur ayam ras, sewa rumah dan mobil. Adapun komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi yoy, antara lain: minyak goreng, sekolah menengah atas, tongkol diawetkan, bayam, kangkung, ikan mujair, daging ayam ras, telepon seluler, anggur, dan sawi hijau.

Sementara beberapa komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtm bulan April 2023, antara lain: daging ayam ras, beras, angkutan udara, emas perhiasan, rokok kretek filter, tomat, semangka, angkutan antar kota, daging sapi, dan ayam hidup. Adapun komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi mtm, antara lain: cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, nangka muda, cumi-cumi, tongkol diawetkan, susu bubuk, bawang putih, terong, dan labu siam/jipang.

Inflasi delapan kota di Jawa Timur

Jika dibandingkan tingkat inflasi yoy pada bulan April 2023 di delapan kota IHK Jawa Timur, kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Sumenep sebesar 5,90 persen, diikuti Surabaya sebesar 5,64 persen, Jember sebesar 5,20 persen, Banyuwangi sebesar 4,79 persen, Malang sebesar 4,49 persen, Probolinggo sebesar 4,39 persen, Madiun sebesar 4,37 persen, dan Kediri sebesar 4,30 persen (lihat Tabel 3).
Sedangkan untuk tingkat inflasi mtm di delapan kota IHK Jawa Timur, Sumenep dan Probolinggo merupakan kota dengan inflasi mtm tertinggi pada bulan April 2023 yaitu mencapai 0,45 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kediri sebesar 0,13 persen.

Apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi mtm pada bulan April 2023 di masing-masing kota IHK di Jawa Timur, maka dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jawa Timur
  2. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Madiun

Sedangkan apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penghambat utama terjadinya inflasi mtm di masing-masing kota IHK Jawa Timur, maka dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Komoditas cabai rawit menjadi penghambat terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jawa Timur
  2. Komoditas telur ayam ras menjadi penghambat terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Jember dan Banyuwangi

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2024. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IoT Division Bappeda Jatim