Potensi Produksi Beras Jatim pada 2022 Capai 5,59 Juta Ton

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri panen raya padi di Ponorogo, April 2022 (Dok. ponorogo.go.id)

Dilansir dari Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik, berdasarkan hasil Survei KSA, puncak panen padi pada 2022 selaras dengan tahun sebelumnya yakni terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen mencapai 0,40 juta hektare. Namun demikian, puncak panen pada Maret 2022 relatif lebih tinggi atau meningkat sebesar 0,01 juta hektare (3,10 persen) dibandingkan Maret 2021.

Realisasi panen padi sepanjang Januari hingga September 2022 sebesar 1,46 juta hektare, atau mengalami penurunan sekitar 56,92 ribu hektare (3,76 persen) dibandingkan Januari-September 2021 yang mencapai 1,52 juta hektare. Sementara itu, luas panen padi pada Oktober-Desember 2022 adalah sekitar 245,90 ribu hektare.

Dengan demikian, total potensi luas panen padi pada 2022 yaitu sebesar 1,70 juta hektare, atau mengalami penurunan sekitar 42,72 ribu hektare (2,44 persen) dibandingkan luas panen padi pada 2021 yang sebesar 1,75 juta hektare.

Produksi Padi di Provinsi Jawa Timur

Produksi padi di Provinsi Jawa Timur sepanjang Januari hingga September 2022 mencapai sekitar 8,17 juta ton GKG, atau mengalami penurunan sekitar 232,72 ribu ton GKG (2,77 persen) dibandingkan Januari-September 2021 yang sebesar 8,41 juta ton GKG. Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA Padi September 2022, potensi produksi padi sepanjang Oktober-Desember 2022 ialah sebesar 1,51 juta ton GKG.

Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2022 adalah sebesar 9,69 juta ton GKG, atau mengalami penurunan sebanyak 0,10 juta ton GKG (1,05 persen) dibandingkan 2021 yang sebesar 9,79 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2021 dan 2022 terjadi di bulan Maret. Sementara produksi padi terendah pada tahun 2021 dan 2022 sama – sama terjadi pada bulan Januari. Produksi padi pada Maret 2022 yaitu sebesar 2,29 juta ton GKG, sedangkan produksi padi pada Januari 2022 sebesar 0,28 juta ton GKG.

Tiga kabupaten/kota dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2022 adalah Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah yaitu Kota Mojokerto, Kota Blitar, dan Kota Batu.

Peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2022 terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Lamongan, Bojonegoro, dan Gresik. Di sisi lain, beberapa kabupaten/ kota mengalami penurunan produksi padi yang cukup besar, misalnya Banyuwangi, Magetan, dan Madiun.

Produksi Beras di Provinsi Jawa Timur

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari – September 2022 diperkirakan setara dengan 4,72 juta ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 134,38 ribu ton (2,77 persen) dibandingkan Januari- September 2021 yang sebesar 4,85 juta ton beras. Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Oktoberāˆ’Desember 2022 ialah sebesar 0,87 juta ton beras. Dengan demikian, total potensi produksi beras pada 2022 adalah sekitar 5,59 juta ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 59,37 ribu ton (1,05 persen) dibandingkan produksi beras pada 2021 yang sebesar 5,65 juta ton beras.

Produksi beras tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada 2022 terjadi di bulan Maret dan produksi beras terendah terjadi di bulan Januari, Hal ini selaras dengan perkembangan produksi beras di tahun 2021, Produksi beras di bulan Maret 2022 sebesar 1,32 juta ton beras. Sementara itu, produksi beras pada bulan Januari 2022, yaitu sebesar 0,16 juta ton beras. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2024. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IoT Division Bappeda Jatim