Perdagangan Antardaerah di Jatim dari Masa ke Masa (bagian 5/habis)

Perdagangan global/ Ilustrasi peacejournal.blogspot.com

Di era digital produk informasi berubah cepat. Sebab itu kebijakan yang mendukung promosi jelas sangat dinantikan.

Aspek promosi menjadi hal menarik diperhatikan dalam perdagangan antardaerah di Jawa Timur. Tapi jangan salah, diperlukan biaya yang tak sedikit untuk menggarap aspek yang satu ini.

Jaman dulu orang tak memerlukan media yang rumit untuk melakukan sebuah aksi promosi. Asal mampu berkomunikasi dengan baik maka produk informasi akan menggelinding sendiri seperti bola salju. Orang menamakannya dengan istilah gethok tular. Yaitu sebuah informasi langsung dari mulut ke mulut.

Meski informasi model ini hingga sekarang masih digunakan, namun era digital jelas menggesernya hingga jauh ke belakang. Menjadi terlihat sangat tradisional dan sangat tidak efektif apalagi dalam kacah persaingan perdagangan global seperti sekarang.

Mungkin dalam masyarakat tertentu, dengan situasi tertentu pula, gethok tular masih menjadi pilihan yang jitu.

Akhirnya memang diperlukan kebijakan pemerintah yang mendukung industri kecil dalam melakukan promosi. Ajang pameran produk dari masing-masing wilayah adalah bentuk dukungan nyata dari kebijakan yang selama ini kerap dilakukan.

Pameran juga dimungkinkan berpindah-pindah antarpulau dan antardaerah untuk menjangkau daya sedot masyarakat. Kebijakan seperti ini sepertinya perlu dilembagakan mengingat promosi model ini jauh lebih murah dibandingkan dengan promosi digital melalui media elektronik.

Tentu tak hanya ajang pameran, perlu diciptakan ide-ide kreatif lain yang mampu mendorong promosi tanpa harus mengeluarkan biaya jumbo.

Selain promosi, perizinan adalah yang mendasar untuk perdagangan antarpulau. Acapkali terdengar betapa sulitnya mengurus perijinan usaha. Selain sulit dan rumit masih dihantui pula dengan biaya mahal.

Pelaku pedagangan antardaerah jelas menginginkan kebijakan agar proses rumit dan sulit tersebut bisa dimudahkan dan tidak dikenakan biaya yang mahal.

Kategori komoditas yang menjadi favorit perdagangan antarpulau kebanyakan adalah barang jadi, baru kemudian barang setengah jadi. Terakhir adalah bahan baku. Jenis barang-barang yang biasa melanglang buana antardaerah itu meliputi kerajinan, pakaian, makanan, dan minuman.

Sementara tujuan antardaerah yang biasa dijangkau mulai dari antarkota di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa Barat, Sumatera, bahkan sampai Malaysia dan Timur Tengah. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2021. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim