Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI Tahun 2021

Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI Tahun 2021

Pelaksanaan pembangunan sejak tahun 2020 menghadapi tantangan yang berat dengan merebaknya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sejak Maret 2020. Kondisi tersebut menimbulkan krisis kesehatan di Indonesia dan berdampak pada kinerja pembangunan dan kinerja perekonomian.

Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah dalam upayanya mengurangi dampak pandemi COVID-19. Diawali dengan pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, yang dilanjutkan dengan penerbitan berbagai aturan, termasuk upaya pemenuhan protokol kesehatan dengan kampanye perilaku hidup sehat melalui penerapan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dalam upaya membatasi mobilitas, dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan lain yang memperkuat penanganan pandemi COVID-19 adalah dengan mengoptimalkan sistem testing-tracing-treatment, menyiapkan laboratorium tes COVID-19, menambah sarana kesehatan, memperkuat tenaga kesehatan, serta pemberian vaksin.

Pada bidang ekonomi, pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan untuk menahan dampak negatif COVID-19. Pada tahun 2020, diterbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk penanganan Pandemi COVID-19. Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pelaku usaha, diluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, disalurkan PKH, Sembako, Bansos, Kartu Pra Kerja, diskon listrik, subsidi upah dan Bantuan Langsung Tunai Desa.

Pada tahun 2021, kebijakan diarahkan untuk kembali melanjutkan pemulihan ekonomi dengan didukung oleh reformasi di berbagai bidang. Pemulihan ekonomi dilakukan melalui pemulihan daya beli masyarakat, penguatan dunia usaha dan diversifikasi ekonomi. Upaya dalam pemulihan ekonomi dilakukan dengan tetap memperhatikan penguatan sistem kesehatan, khususnya dalam menghadapi pandemi COVID-19. Beberapa strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan nilai tambah sektor industri, mempercepat pemulihan pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, meningkatkan peran UMKM terhadap ekonomi nasional, mempercepat reformasi perlindungan sosial, serta memperkuat sistem kesehatan nasional dan penanganan COVID-19. Strategi lainnya yang juga dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas SDM, pemerataan infrastruktur, meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan digital, serta penurunan emisi dan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Atas dasar hal tersebut, Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI dalam rangka HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI mengusung Tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” . Tema ini sekaligus menjadi Tema Peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Tema tersebut menggambarkan potret ketangguhan bangsa Indonesia yang mampu bertahan dan tetap tumbuh di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan, khususnya dalam menghadapi pandemi COVID-19. Dalam mencapai visi Indonesia 2045 sebagai negara Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur, perlu dilakukan percepatan untuk mendorong dan mengoptimalkan pertumbuhan yang cepat, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut didukung dengan kemampuan membuat lompatan besar dalam mengoreksi berbagai keterbatasan dan kekurangan sebagai pijakan untuk melakukan transformasi.

Lampiran Pidato Presiden RI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR dan sidang Bersama DPD RI dan DPR RI. Secara garis besar, lampiran pidato memuat substansi perkembangan pelaksanaan berbagai kebijakan pembangunan. Untuk memberikan gambaran secara utuh, pelaksanaan kegiatan juga dilengkapi dengan permasalahan dan kendala yang dihadapi, serta arah kebijakan dan strategi kebijakan yang diperlukan dalam upaya mengatasi permasalahan dan tantangan tersebut.

Penulisan Lampiran Pidato Tahun 2021 dibagi atas empat bagian, yaitu (1) pendahuluan yang memuat kondisi yang terjadi saat ini dan kebijakan yang dilakukan, (2) kebijakan pembangunan, (3) capaian agenda pembangunan, dan (4) penutup. Sistematika penulisan terdiri dari 10 bab, yaitu Bab 1 Pendahuluan; Bab 2 Kebijakan RPJMN 2020-2024, RKP 2021, dan Penanganan Dampak Pandemi COVID-19; Bab 3 Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan; Bab 4 Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan; Bab 5 Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing; Bab 6 Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan; Bab 7 Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar; Bab 8 Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim; Bab 9 Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik; serta Bab 10 Penutup.

Silahkan mengunduh melalui link berikut: Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI Tahun 2021

(Sumber: Bappenas.go.id)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2022. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim