Diprediksi Terus Tumbuh Hingga Akhir 2017

Gubernur Soekarwo. foto:humas

Ekonomi Jatim, PDRB Sebesar 1.950 – 2.000 Triliun, Laju Inflasi 3,8 Persen.

Ekonomi Jawa Timur pada 2017 diprediksi  tumbuh 5,2-5,4 persen. Sedangkan Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 1.950 – 2.000 triliun dengan laju inflasi 3,8 persen.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam paparannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) 2017 di Surabaya, mengatakan, data ini penting diketahuai untuk stabilitas perekonomian Jawa Timur karena beban bagi masyarakat kurang mampu cukup tinggi.

Perekonomian Jawa Timur diprediksi mengalami penurunan dibandingkan pada 2016 sebesar 5,5 persen.Sedangkan perdagangan antar daerah antar provinsi Jawa Timur memiliki peran yang strategis bagi perekonomian daerah maupun nasional, karena perdagangan antar daerah memperkuat pasar dalam negeri dengan kontribusinya sebesar 21 persen.

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jawa Timur menjelaskan, kerja sama antar daerah akan terus ditingkatkan dan dioptimalkan karena kerja sama perdagangan ini terbuka dan saling menguntungkan. Melihat potensi perdagangan antar daerah yang saling menguntungkan, maka Jawa Timur mendirikan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 Provinsi di Indonesia. Keberadaan KPD memperkuat logistik dan konektivitas antar daerah, termasuk meringankan biaya perdagangan antar daerah.

Dengan adanya KPD, tiap tahunnya perdagangan Jawa Timur mengalami peningkatan khususnya ekspor antar daerah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, tahun 2016 kinerja perdagangan Jatim surplus Rp 100,56 triliun. Untuk kinerja ekspor antar daerah dan luar negeri pada 2016 mencapai Rp 808,69 triliun dan impor luar negeri dan antar daerah mencapai Rp 733,42 triliun.

Pakde Karwo menyampaikan, nilai tersebut ditunjang dengan posisi Jawa Timur yang cukup strategis dan diuntungkan dari segi geografi ekonomi, sehingga logistik dan connectivity menjadi lebih murah.

Jawa Timur, pertumbuhan ekonominya terus tumbuh dan pendapatan terus naik. Pada 2016 pendapatan perkapita Jawa Timur sebesar Rp 47,470 juta atau 3598 ribu dollar AS dan diperkirakan pada 2017 pendapatan Jawa Timur naik dan bisa mencapai Rp 51,600 juta lebih. Diprediksi sampai 2018 pendapatan perkapita naik sekitar 305 persen atau sekitar Rp 56,800 juta atau 4.030 dollar AS..

Dilihat dari segi income pendapatan perkapita masyarakat naik tetapi belum bisa menyelesaikan masalah yakni bonus demografi dimana kualitas pendidikan vokasional dan kesehatan penduduk. Produktifitas dan kualitas tenagakerja 70 persen dinaikan melalui pendidikan vokasional dan balai latihan kerja (BLK) yang dibarengi dengan pendidikan fakultas teknik dan seterusnya akan menjadi tenaga pendidik bagi SMK.  Ini merupakan salah satu fokus Jawa Timur pada 2018 yaitu pendidikan dan kesehatan sebagaian bagian pembentukan SDM.

Menurut Pakde, setelah pendapatan perkapita naik yang menjadi permasalahan adalah SDM. Untuk itu diperlukan restrukturisasi pendidikan besar-besaran. Dengan permasalahan inilah maka pemerintah akan membenahi kesehatan, pendidikan dengan memfokuskan sektor pertanian dan perikanan serta ditambahi sektor pariwisata. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim