Jatim, Provinsi Berbasis Religius

Soekarwo bersama para Kiai dan ulama menyambut kunjungan SBY. foto:istimewa

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan, Jawa Timur adalah Provinsi yang berbasis religius. Kehidupan aman dan nyaman.

Pakde Karwo, demikian sapaan lekat Gubernur yang sangat merakyat ini,  juga mengatakan, lima dari sembilan wali songo di Indonesia berasal dari Jawa Timur. Kemudian, banyak pondok pesantren dengan Kiai-Kiai besar juga ada di Jawa Timur. Sebab itu, sudah selayaknya kehidupan di Provinsi ini aman dan nyaman.

Demikian Pakde Karwo disela sambutannya kepada Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengunjugi Jawa Timur di Hotel Shangrilla, Surabaya, Jumat (16/6).

Pakde Karwo, mengatakan, kunjungan SBY sangat dinantikan, secara pribadi maupun oleh masyarakat Jatim. SBY adalah salah satu putra terbaik yang menjadi kebanggaan Jawa Timur.

Perkara keamanan dan kenyamanan, Presiden RI ke-6 itu mengatakan, saat ini minimal terdapat tiga isu yang harus diwaspadai oleh bangsa ini. Yakni, isu ketidakakuran antara Qatar dengan negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, UEA dan Bahrain. Akibatnya marak aksis terorisme di negara-negara Eropa. Kata dia, Islamophobia mulai mewabah di dunia dan diharapkan juga tidak merembet ke Jawa Timur.

Terkait konflik Qatar dengan negara-negara Teluk, SBY mengkhawatirkan jika konflik itu akan dimanfaatkan oleh negara-negara barat seperti Amerika Serikat (AS) untuk melemahkan negara-negara Islam ataupun untuk kepentingan tertentu. Apalagi setelah konflik terjadi, ada persetujuan bahwa Qatar membeli puluhan jet tempur F-15 dari AS seharga 12 miliar dolar AS.

Sementara, disisi lain, negara-negara Teluk semakin menyolidkan barisan untuk memutuskan hubungan dengan Qatar. Ini bisa menjadi perang jika tidak dilerai sejak dini. Mungkin bagi negara barat tidak akan prihatin, tapi bagi masyarakat dan peradaban Islam, tentu ini memprihatinkan.

Isu kedua, adalah maraknya aksi terorisme di negara-negara barat, seperti di Inggris, Prancis, Belgia, dan Turki. Aksi-aksi tersebut menimbulkan gelombang kebencian yang juga menjadi isu ketiga, yakni Islamophobia. Artinya perasaan benci, tidak suka, dan takut kepada semua yang berbau Islam. Islamophobia kian mewabah seiring dengan maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam di eropa. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim