FGD Kebhinekaan Guna Memperkuat Sinergitas

FGD Merajut Kebhinekaan dan Toleransi untuk Memperkuat Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat di Jawa Timur. foto:istimewa

Perlunya Udhar Gelung atau Rembug Warga Dihidupkan Lagi

Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Provinsi Jawa Timur kembali digelar. Tema yang diusung kali ini adalah “Merajut Kebhinekaan dan Toleransi untuk Memperkuat Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat di Jawa Timur”. FGD berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, Jalan Indrapura Surabaya, Sabtu (10/6), dengan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Menurut Soekarwo, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dijiwai dan ditaati oleh semua unsur, seperti penyelenggara negara, organisasi masyarakat/ormas, organisasi politik/orpol, serta masyarakat umum. Ketika unsur-unsur tersebut tidak mentaati, maka penyelesaiannya harus diserahkan kepada hukum yang berlaku untuk ditindak dan dibubarkan.

Pancasila sudah konstitusional, sehingga bila ada ormas yang AD/ART-nya mengabaikan Pancasila sebagai dasar fundamental Bangsa Indonesia, dan bertentangan dengan UUD 1945, harus ada sanksi hukum yang tegas.

Dikatakan Gubernur yang begitu melekat dengan panggilan Pakde Karwo ini, pengamalan Pancasila sebagai ideologi juga berlaku dalam pembuatan peraturan perundang-undangan. Setiap peraturan harus dijiwai nilai-nilai pancasila, termasuk peraturan yang bersifat larangan. Seperti, ketentuan-ketentuan yang bertentangan dengan kepentingan umum, diantaranys terganggunya kerukunan warga, dan diskriminasi terhadap suku atau agama. Apabila tidak sesuai, maka peraturan tersebut harus dilakukan pembatalan atau pencabutan.

Pancasila, lanjut dia,  adalah suatu sistem nilai yang bertujuan membangun dan merealisasaikan cita-cita yang universal, yakni adil, makmur dan berakhlak. Pancasila ini berangkat dari nilai-nilai universal yang ada. Di Jawa Timur sendiri, nilai universal ini terdiri dari unsur religi/keagamaan dan nilai kodrati kemanusiaan. Religi disini dikarenakan masyarakat Jawa Timur terkenal sangat taat pada agamanya masing-masing. Kemudian, nilai kodrati tentang kemanusiaaan ini seperti menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat dan meletakkan keadilan.

Kondisi aman dan nyaman di Provinsi Jawa Timur berpengaruh terhadap kawasan Indonesia Timur, terutama dalam bidang pembangunan dan perdagangan. Hal ini dikarenakan posisi Jatim yang sangat strategis yakni di tengah-tengah arus distribusi barang dan jasa (center of gravity) dan merupakan hubungan perdagangan Indonesia Timur. Untuk itu, Gubernur bersama unsur Forkopimda lain seperti Pangdam dan Kapolda sepakat menindak tegas pihak-pihak yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan di Jawa Timur.

Pakde Karwo juga mengingatkan pentingnya konsep pembangunan partisipatoris, dimana proses perumusan kebijakannya melibatkan semua pemangku kepentingan. Salah satu caranya, menghidupkan lagi budaya Udhar Gelung atau Rembug Warga. Budaya rembug warga di ruang publik ini sangat penting untuk menampung aspirasi masyarakat. Ruang publik dibangun dalam rangka membangun nilai, keadilan, jadi rembug warga harus terus dijaga. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim