Memakmurkan Madura dengan Tiga Prioritas

Gubernur Jawa Timur dengan para Kiai di acara Haul Akbar Thoroqoh An - Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah di Gersempal Omben, Kabupaten Sampang, Kamis (11/5). foto:istimewa

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soekarwo, memaparkan tiga prioritas utama untuk pembangunan Madura.

Ketiga prioritas pembangunan ini, yakni peningkatan produktivitas jagung hibrida, pembangunan geomembran untuk garam, serta penambahan SMK mini di Ponpes-Ponpes yang ada di Madura.

Untuk merealisasikan program-program ini, Pakde Karwo telah menjalin kerjasama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mengembangkan jagung hibrid Madura melalui proses research and development. Pengembangan jagung hibrid  dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas jagung Madura yang masih tergolong rendah.

“Jagung hibrid hasil riset UTM tersebut mampu menghasilkan 8 – 10 ton per hektar, lebih banyak dari jagung lokal Madura, yang hanya menghasilkan 3,5 – 4 ton per hektar,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk itu ia  telah meminta para  bupati di Madura agar menyiapkan masing-masing di daerahnya empat bidang tanah seluas 2.500 hektar  guna  ditanami bibit jagung hasil riset UTM ini.

“Pemerintah Provinsi siap mengganti bibitnya jika terjadi kegagalan panen, yang terpenting pengembangan komoditi ini bisa jalan, mendapat dukungan dari bupati, dan mensejahterakan masyarakat Madura,” ujarnya.

Prioritas kedua, lanjut Pakde Karwo, membangun geomembran-geomembran  untuk produksi garam sehingga garam tidak bercamput tanah. Pembangunan tersebut sangat penting karena Madura merupakan daerah produsen garam. Dengan upaya ini maka kualitas  garam di Madura akan meningkat dan ditampung industri. Selama ini, sebagian  garam industri diperoleh dari impor. Lokasi pengembangan antara dua kecamatan, yakni Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Pengarengan.

Prioritas ketiga yakni menambah SMK mini di ponpes-ponpes yang ada di Madura. Tujuannya untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan ponpes yang memiliki keterampilan. “Selain itu juga agar makin banyak anak-anak yang tertarik masuk ke ponpes. Saat ini sudah ada 270 SMK mini di Jatim” tuturnya.

Menurut Pakde Karwo, ketiga prioritas pembangunan tersebut bisa berjalan sukses jika didukung oleh ulama dan umaro’. Pasalnya, lima puluh peren permasalahan pembangunan di Madura ditentukan oleh kerukunan antara keduanya. “Mohon ulama dan umaro’ mendukung kami untuk memajukan Madura,” pungkasnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf, mengatakan, Jawa Timur terus berkomitmen dan bekerja nyata untuk memperkuat pendidikan agama. Diantaranya untuk pembangunan Madrasah Diniyah (Madin).
Gus Ipul, sapaan akrabnya mengatakan, dalam tujuh tahun terakhir Pemerinyah Provinsi telah memberikan Rp 490 Miliar untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Madin.

“Jatim satu-satunya di Indonesia yang memberikan anggaran untuk BOSDA Madin. Ini karena kami percaya dan optimis lulusan Madin itu selain pintar dan cerdas, juga akhlak dan ilmu agamanya kuat. Itulah modal utama menjadi pemenang” katanya.

Tak hanya itu, upaya lainnya untuk memperkuat pendidikan agama saat ini sedang disusun oleh Pemprov. Diantaranya, program beasiswa bidik misi setingkat SMP-SMA bagi anak-anak yang kurang mampu. Prinsip program tersebut sama seperti bidik misi bagi mahasiswa perguruan tinggi. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim