Naik, Kesejahteraan Nelayan Jawa Timur

Ilustrasi: Aktivitas nelayan pulang melaut. foto:istimewa

Kesejahteraan nelayan Jawa Timur diindikasikan terus meningkat. Ini bisa dilihat dari persen nilai tukar nelayan (NTN) yang cenderung naik. Pada medio September 2016 NTN Jawa Timur naik 0,87 persen. Hitungannya, menurut BPS Jawa Timur, bulan Agustus 2016 dikisaran 113,92 persen dan pada September melejit menjadi 114,91.

Sebagai data pendukung, kenaikan NTN pada September 2016 karena hasil tangkapan nelayan melimpah dibarengi harga ikan membaik. Kenaikan NTN ini juga disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan mengalami kenaikan sebesar 0,99 persen, sementara indeks harga yang dibayar nelayan hanya naik sebesar 0,12 persen, dengan demikian nelayan masih ada sisa dari penjualan ikan tangkapannya sebesar 0,87 persen.

Sementara komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah naiknya harga ikan tongkol, ikan tengiri, ikan kakap, ikan swanggi, ikan kuniran, ikan kerapu, ikan belanak, ikan kurisi/kerisi, ikan layur/beladang, dan ikan bawal. Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan lemuru, ikan layang, ikan kembung, cumi-cumi, ikan peperek, ikan kuwe/bebara, ikan mayung, ikan kapasan, ikan gulamah (gelamo/tigawaja), dan kerang.

Sedangkan komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah bawang merah, bawang putih, cabai merah, rokok kretek, rokok kretek filter, beras, kacang panjang, cakalang, minyak goreng, dan buncis. Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah cabai rawit, tomat sayur, gula pasir, telur ayam ras, ikan lemuru, jeruk, bayam, kacang tanah, tepung terigu, dan ikan pindang tongkol.

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada September 2016 terdapat 4 provinsi yang mengalami kenaikan NTN. Sementara dua provinsi lain mengalami penurunan NTN.

Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Jogaakarta sebesar 1,75 persen, Provinsi Jawa Timur 0,87 persen, Provinsi Jawa Tengah 0,80 Persen dan Provinsi DKI Jakarta sebesar 0,40 persen. Provinsi yang mengalami penurunan NTN tertinggi adalah Provinsi Banten yang mengalami penurunan  1,02 persen dan Provinsi Jawa Barat 0,17 persen. ***

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim