Petani Berperan Wujudkan Swasembada Pangan

Petani punya peran besar dalam mewujudkan swasembada pangan. Untuk itu, kepada para petani, apresiasi sebesar-besarnya dihaturkan sehingga Jawa Timur mampu memenuhi target dan kebutuhan pangan nasional.

Demikian Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kompleks Wisata Waduk Selorejo, Kec. Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (19/10).

Menurut Saifullah Yusuf,  negara yang kuat adalah yang kuat ketahanan pangan. Bung karno pernah mengatakan food is weapon. Siapa yang menguasai ketahanan pangan, dia yang akan menang. Untuk menciptakan ketahanan pangan, petani yang di depan. Menurut data, beras di Jawa Timur surplus 4,49 juta ton dan jagung 3,4 juta ton.

Gus Ipul juga mengingatkan petani agar mewaspadai perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem. “Yang harus diwaspadai cuaca sekarang yang kadang hujan kadang panas. Perubahan cuaca ekstrem ini bawa dampak terhadap yang kita tanam. Ini yang harus kita waspadai. Termasuk bagaimana kita pilih bibit yang unggul agar tanaman kita kuat,” pesannya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tetap Tahun 2015 terhadap produksi komoditas utama meningkat. Terjadi kenaikan sebanyak 757.918 ton (6,1 persen) pada Angka tetap (ATAP) 2015 produksi padi Provinsi Jawa Timur mencapai 13.154.967 ton gabah kering giling.

Kontribusi terhadap nasional sebesar mencapai 17,45 persen. Untuk produksi jagung mencapai 6.131.163 ton, pipil kering naik sebesar 393.781 ton (6,86 persen) dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 31,26 persen. Sedangkan produksi kedelai mencapai 344.998 ton biji kering dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 35,82 persen.

Sementara, proyeksi sasaran luas tambah tanam (LTT) padi sesuai pakta integritas tingkat nasional provinsi Jatim sebesar 2.282.304 hektar. Sampai dengan 30 September 2016, realisasi LTT padi telah tercapai 2.370.710 hektar atau 104 persen. Ini berarti dicapai angka positif atau surplus 88.406 hektar dari angka target pakta integritas tingkat nasional.

Untuk mencapai sasaran produksi tanaman, salah satu strategi yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas dan produksi melalui penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Selain itu, sistem Tanam Jajar Legowo dan pergirilan varietas dilakukan untuk menekan gagal panen karea serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). ***

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim