Angin Segar Ranah Kopi Jawa Timur

Bentuk fisik Kopi Ijen-Raung kualitas ekspor. foto:widikamidi

Perhutani menyiapkan lahan 1.400 hektare yang berada di Lereng Gunung Argopuro dan Desa Kayu Mas untuk program pengembangan kopi.

Saat ini luasan tanaman kopi rakyat yang masuk wilayah Perhutani di Situbondo 1.030 hektare. Masing-masing di Desa Sumbermalang dan Desa Kayu Mas, Kecamatan Arjasa.

Pemangku Hutan (KPH) Bondowoso mengatakan, dari seribu hektare lebih tanaman kopi arabika dan robusta di wilayah Perhutani Situbondo, tahun ini produksinya baru mencapai 48 ton. Jika ada pengembangan atau tambahan luasan kopi 1.400 hektare produktivitas kopi akan bertambah.
Komoditas tersebut akan membuka ruang yang bagus untuk peningkatan ekonomi kerakyatan yang ramah lingkungan, serta sejalan dengan misi Perhutani dalam rangka meningkatkan tutupan lahan di kawasan hutan atau kopi tumbuh di bawah tegakan.

Menurut Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Adi Winarno, untuk pengembangan kopi hutan di zona pemanfaatan ini pada prinsipnya dapat dikerjasamakan dengan masayarakat desa hutan, badan usaha, dan lembaga-lembaga lainnya, yang penting kerja sama pengelolaan fungsi hutan lindung dan optimalisasi berjalan dengan prinsip saling menguntungkan.

Saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk melakukan MoU atau nota kesepahaman dengan beberapa pihak. Nota kesepahaman, akan dibuat dan dikirim kepada Puslitkoka Jember, Perwakilan BI Jember, Asosiasi Petani Kopi, dan Eksportir. ***

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim