Provinsi Industri Miliki Daya Serap Usia Produktif

Industri garmen memungkinan menyerap usia produktif dalam jumlah yang masif.

Persoalan Keluarga Berencana saat ini menjadi tidak sederhana. Angka pertumbuhan penduduk dinilai meroket, sehingga banyak usia produktif yang harus segera mendapat penyaluran di dunia kerja.

Terkait dengan ini maka Gubernur Jawa Timur, Sorkarwo, meminta BKKBN Jawa Timur harus bisa menjabarkan semua kebijakan BKKBN Pusat.  Dari penjabaran tersebut maka  dampaknya akan bisa dirasakan dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Gubernur, Nawa Cita kelima adalah mengenai peningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selama ini Jawa Timur telah berupaya menyejahterakan masyarakat. Salah satunya adalah mendorong agar Jawa Timur menjadi Provinsi Industri.

Dengan menjadi provinsi industri maka semakin banyak masyarakat usia produktif yang bekerja. Apabila banyak masyarakat yang bekerja maka laju pertumbuhan penduduk  bisa ditekan. Ini sebagai upaya mengurangi pertambahan penduduk dan juga menyejahterakan masyarakat.

Sebagai gambaran, laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur tahun 2008 terbanyak dibandingkan provinsi lain. Namun, komposisi tersebut berubah sekitar tahun 2013, dimana laju pertumbuhan penduduk nomor kedua setelah Jawa Barat.

Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 0,610 dan angka kelahiran total (TFR) Jawa Timur sebesar 1,946 berhasil ditekan melalui berbagai program kependudukan dan KB.   Ini membuktikan, dengan semakin banyak usia produktif yang bekerja, kenaikan jumlah penduduk di Jawa Timur  bisa ditekan.

Kata Soekarwo, BKKBN harus lebih peka terhadap kuantitas dan kualitas pendidik. Salah satunya melalui promotif frequentif yang harus disampaikan kepada masyarakat betapa pentingnya ikut Keluarga Berencana (KB). BKKBN harus bekerjasama dengan Ponkesdes untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena Ponkesdes bagian terdekat dari masyarakat dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan.

Tugas penting BKKBN Jawa Timur adalah agar menjaga Angka Kematian Ibu (AKI) yang saat ini mencapai 93,52 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka tersebut jauh di atas rata-rata nasional sebesar 359  per 100 ribu kelahiran hidup.

Angka itu harus terus ditingkatkan pencapaiannya. Sedangkan  Angka Kematian Bayi (AKB) masih berada di 25,30 per 100 kelahiran hidup dimana capaan itu masih belum memenuhi target MDGs.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat serah terima jabatan dan pelantikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dari Dr. Dwi Listyawardani, Ir. MSc., kepada Drs. Kushindarwito, MAP Rabu(7/9/16) ***

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim