Meningkat, Kinerja Dunia Usaha di Triwulan II

Geliat aktivitas sektor perdagangan, hotel, dan restoran.

Kinerja dunia usaha di Provinsi Jawa Timur pada Triwulan II-2016 diperkirakan meningkat. Peningkatan ini  didorong oleh aktivitas sektor perdagangan, hotel, restoran dan industri pengolahan. Demikian hasil survei kegiatan dunia usaha oleh Bank Indonesia (BI).

Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indikator realisasi kegiatan usaha sektor perdagangan, hotel, restoran menunjukkan peningkatan sebesar 5,58 poin dengan SBT sebesar 7,60% yang dipengaruhi oleh kenaikan kinerja sub sektor perdagangan (SBT 6,68%). Demikian pula kegiatan usaha sektor industri pengolahan pada triwulan II-2016 pun terpantau meningkat cukup tinggi, tercermin dari indikator realisasi kegiatan usaha naik sebesar 7,70 poin dengan nilai SBT sebesar 8,45%.

Sejalan dengan pertumbuhan kegiatan dunia usaha, kebutuhan tenaga kerja turut terakselerasi. Ini tercermin dari indikator realisasi tenaga kerja lebih tinggi 7,56 poin dengan SBT sebesar 3,83%. Kinerja usaha sektor industri pengolahan dan sektor bangunan dikonfirmasi meningkat dengan masing-masing sebesar SBT 2,40% dan SBT 0,86%.

Sedangkan sektor pertambangan, sektor PHR, dan sektor listrik, gas, dan air bersih cenderung menunjukkan penurunan dengan SBT masing-masing sebesar -0,39%, – 0,28% dan -0,04%. Hal tersebut didorong oleh stance sejumlah pelaku usaha cenderung menahan penambahan tenaga kerja seiring proyeksi ekonomi kedepan yang dinilai belum mengalami perubahan yang signifikan.

Di sisi lain, tekanan terhadap harga jual meningkat padaTriwulan-II 2016. Hal ini tercermin dari indicator harga jual barang/tariff dengan SBT 16,49% lebih tinggi 3,29 poin (q to q). Peningkatan harga jual terutama didongkrak oleh kenaikan biaya produksi bahan pangan pada sektor pertanian.

Sedangkan tekanan harga jual kelompok sektor lainnya terpantau melemah cenderung stabil. Tekanan harga jual diprediksi meningkat terutama pada sektor pertanian dan sektor pengangkutan. Kenaikan tersebut terjadi karena momen lebaran yang mendorong harga pangan dan angkutan.

Sementara itu,kapasitas produksi relative stabil meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya dari SBT 83,79% menjadi 82,73%. Penurunan kapasitas produksi terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan sebesar 4,28 poin.

Investasi turut melambat sebesar SBT 6,05%, terutama pada sektor industri pengolahan (-0,05%) dan sektor pengangkutan dan komunikasi (-0,14%). Namun, investasi di sektor PHR, sektor listrik, gas, dan air bersih, dan sektor pertanian justru tercatat mengalami peningkatan tertinggi. Kinerja dunia usaha yang meningkat turut berdampak terhadap terjaganya indicator keuangan baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas perusahaan.

Ekspektasi pelaku usaha terhadap aktivitas ekonomi pada triwulan mendatang diperkirakan masih optimis, diindikasikan dari indicator ekspektasi kegiatan usaha dengan SBT sebesar 30,48%.

Merespon hal tersebut, kebutuhan tenaga kerja pada triwulan III-2016 diperkirakan lebih tinggi yang tercermin dari indicator ekspektasi tenaga kerja sebesar 2,08% lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2016.

Potensi kenaikan harga jual komoditas diperkirakan masih berlanjut pada triwulan III-2016, dengan tekanan sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulanII-2016 dengan SBT sebesar 15,96%. ***

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim