Mengubah Wajah Jatim Jadi Provinsi Industri

Ilustrasi: Pakde Karwo meninjau pameran produk di salah even pameran di Grandcity, Jawa Timur. foto:widikamidi

Peluang dan Tantangan Jawa Timur di Era MEA

Jadi, jangan jualan bahan mentah. Kalau mengirim pisang, jangan mengirim pisangnya, tetapi olahlah dulu menjadi keripik pisang.

Begitu juga dengan buah nangka, dan buah-buah lain yang mampu dijadikan keripik atau didiversifikasi dalam bentuk olahan jadi yang lain. Ini harus dilakukan supaya memberikan nilai tambah.

Mengubah nilai tambah yang kecil seperti ini tidak harus melalui kebijakan pemerintah. Kalau pun harus berperan beberapa yang bisa dilakukan adalah melalui teknologi, skema pembiayaan kredit, dan ketersediaan pasar.

Susunan kalimat di atas tentu bukan kalimat asing. Kalimat itu amat sering dan hampir setiap ada kesempatan bertemu dengan rakyat Jawa Timur, para pelaku UMKM, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, selalu menyuarakannya. Kalimat, “Jangan jualan bahan mentah, jualah olahannya agar menjadi nilai tambah” makin nyaring disuarakan setelah Gubernur Soekarwo  menegaskan bahwa Jawa Timur saat ini telah berubah menjadi provinsi industri.

Penegasan Gubernur itu terungkap saat memberikan ceramah bertemakan “Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur, Peluang dan Tantangan” pada Kuliah Tamu di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur beberapa waktu lalu. Gubernur mengatakan, syarat untuk menjadi provinsi industri adalah minimal 30 persen dari PDRB. Tapi yang paling penting adalah mengubah industri dari bahan mentah menjadi setengah jadi dan bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.

Sebutan provinsi industri sebenarnya bisa terlihat dari struktur PDRB Jawa Timur itu sendiri. Industri pengolahan mampu berkontribusi besar yaitu sejumlah 29,15 persen. Sektor pertanian 14,72 persen. Perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga terus berada di atas rata-rata ekonomi nasional. Di tahun 2013 pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,58 persen Jatim 6,08 persen. Pada tahun 2014 pertumbuhan nasional 5,02 persen dan 5,86 persen. Pada 2015 Triwulan 3, pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,44 persen, di atas pertumbuhan nasional sebesar 4,73 persen.

Gubernur juga menjelaskan, dari tahun ke tahun kontribusi PDRB Jawa Timur terhadap PDB Nasional terus meningkat. Pada tahun 2015 triwulan 3 PDRB Jawa Timur menyumbang 14,68 persen dengan nilai absolut sebesar Rp 8.578,30 trillun. Sedangkan indeks GINI Ratio di Jawa Timur juga sangat kecil. Ketimpangan pun relatif rendah, kalau pada 2014 nasional indeks GINI 0,41 persen, Jawa Timur berada pada 0,37 persen.

Capaian itu memungkinkan terjadi karena Jawa Timur memilih strategi pembangunan ekonomi guna meningkatkan masyarakat melalui peningkatan pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia atau dan reformasi birokrasi. Pada tataran operasional, strategi ini terdiri dari beberapa aspek yakni aspek produksi, pembiayaan, dan pemasaran.

Untuk aspek produksi, pada segmen usaha besar, Jawa Timur memberikan jaminan pemerintah atau government guarantee. Antara lain meliputi kemudahan perijinan, pengadaan lahan, ketersediaan energi/listrik dan iklim buruh yang demokratis. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitasi pada segmen usaha besar melalui gathering dan bisnis forum.

Untuk segmen usaha kecil dan mikro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian dalam bentuk peningkatan kualitas manajemen usaha melalui pelatihan pada inkubator dan bekerja sama dengan perguruan tinggi. Pemerintah juga memberikan perhatian dalam bentuk peningkatan kualitas produk seperti packaging dan desain produk.

Aspek selanjutnya adalah pemberian pembiayaan dengan cara memberikan pinjaman lunak melalui Bank UMKM di kabupaten/kota dengan bunga makismal 9 persen per tahun. Harapannya setelah diberikan pembiayaan yang murah, produk yang dihasilkan harganya lebih kompetitif. (widikamidi)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim